Kamis, 20 Desember 2012

SIKSA KUBUR YANG MENGERIKAN, KISAH NYATA DARI JORDAN

Sepasang wanita muda sedang duduk duduk pada sebuah bar di hotel berbintang lima, dengan pemandangan “Laut Mati” (Dead Sea), sekitar 40 kmdari kota Amman Ibu kota Jordan, hotel itu terletak sangat dekat dengan perbatasan Israel, mereka sedang menikmati “Tequilla”, itulah salah satu jenis minuman keras yang paling umum di sana.

Ketika dalam perjalanan pulang, keduanya menyaksikan seorang wanita yang tergeletak di tengah jalan, keadaannya sangat mengerikan, wanita itu sangat dikenal oleh keduanya, seorang PSK yang selalu mabuk dari hasil kerjaannya, wanita itu tergeletak di tengah jalan dalam keadaan yang takbernyawa, perutnya yang buncit dan menonjol menunjukkan bahwa ia sedang hamil tua telah pecah, sedangkan dilehernya masih tergantung termos besi yang berisi arak.

Wanita itu tewas di sebabkan menyeberang dalam keadaan mabuk. Tubuhnya yang kurus dengan perut yang buncit itu dihantam sebuah truk peti kemas hingga terlempar sangat jauh.Belum cukup hantaman truk besar itu melandanya, tubuh wanita itu bagaikan panah yang terlepas dari busurnya menghantam tebing karang disamping jalan. Dan tubuh penuh dosa itu terhempas kerikil tajam di teras jalan.

Tulang kepalanya remuk, sebagian kulit kepala dan rambutnya masih menempel di tebing karang. Paha kanannya sudah terpisah dari tubuhnya. Perutnya robek serta kepala bayi kecil itu tersembul dari perut ibunya yang bermandikan darah dan arak yang berasal dari termos yang penyok sekaligus meremukkan tulang rusuknya, bayi itu masih tampak bergerak-gerak, terkejang-kejang, lalu diam untuk selamanya. Pemandangan menyeramkan itu membuat kedua wanita itu pucat pasi dan jatuh pingsan.

Keesokan harinya kedua wanita itu saling bertemu di sebuah Mall di Pusat kota Amman, akan tetapi yang satu sudah jauh berubah lebih baik mengenakan jilbab, wajahnya sudah memancarkan cahaya tobat, dan kelopak matanya membengkak karena banyak menangis. Dan Wanita kedua tampak kaget, “Hei… apa aku tak salah lihat?” serunya dengan pandangan keheranan.

Wanita pertama hanya menunduk dan berkata lirih, “Aku telah kembali pada bimbingan Tuhanku, aku takut dan malu padaNya, aku jijik terhadap diriku, aku rindu pada keindahan, aku rindu pada kesucian, aku rindu pada kemuliaan, hanya Tuhanku yang mau memaafkanku, hanya Tuhanku yang dapat memuliakanku, hanya Tuhanku yang dapat menyucikanku…” Belum selesai ia berbicara wanita kedua sudah berlalu dari hadapannya.

Tiga bulan berlalu tanpa, kedua wanita itu sudah tak pernah berhubungan lagi, wanita pertama sedang asyik menikmati cahaya ayat-ayat Allah, ia duduk di kursi kayu di beranda rumahnya, melewatkan sore harinya bersama Al-Qur’an, yang dahulu sore harinya ia habiskan bersama Tequilla (minuman keras).

Tiba tiba Ponselnya berbunyi seakan hendak memutus kenikmatannya, tetapi ia enggan memutus ngajinya, ia biarkan selular itu berbunyi, berhenti dan berbunyi lagi, lalu berhenti dan berbunyi lagi, akhirnya dengan sangat berat ia menghentikan bacaan Al-Qur’annya dan menjawab telepon, ternyata si penelepon adalah temannya yang sudah tiga bulan tak pernah mau berhubungan dengannya.

Temannya berkata lirih, “Bagaimana sih caranya bertobat...?” Dengan gembira wanita shalihah itu menjelaskan cara-cara shalat, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah Indah lainnya yang diajarkan Islam.

Akan Tetapi temannya terdiam dan berkata dengan berat, “hah Sholat...? pake jilbab....? aduh malasah, aku berat melakukannya. Tapi aku butuh ketenangan. Dan Wanita shalihah itu (teman lamanya) Tetap berusaha meyakinkan bahwa Ibadah dengan diawali taubat adalah ketenangan yang sangat indah. Namun temannya memang kepala batu, Dan seraya berkata, “ngga deh... aku belum mau jadi biarawati !” dan langsung menutup teleponnya.

Tiga hari kemudian wanita shalihah itu mendapat kabar bahwa temannya telah menemui ajalnya. Lalu wanita shalihah itu bergegas untuk melayat ke rumah temannya dan ternyata jenazah telah menuju pusara untuk dimakamkan.

Sesampainya dirumah temannya ia bertemu ibu dari temannya tersebut yang juga terlambat, karena datang dari luar kota. Ibu itu tergopoh-gopoh menuju pusara anak perempuannya di dampingi si wanita shalihah itu. Ketika tiba ternyata penguburan telah selesai. Si Ibu berteriak menjerit-jerit, ia menjambak rambut dan merobek bajunya memaksa untuk melihat jenazah anaknya untuk yang terakhir kalinya.

Karena Penguburan sudah usai, permintaan ibu membuat para hadirin menjadi bingung. Mereka berusaha menyabarkan Sang ibu tsb, namun ibu itu terus memaksa dengan terus merobeki bajunya. Akhirnya permintaannya pun dengan berat diterima, kuburan itu di gali lagi atas permintaan keluarganya.

Penggali pun dengan cepat menggali pusara itu.Namun ketika sampai pada kayu penutup mayat, ternyata kayu-kayu itu sudah hancur. Mereka menyingkirkan kayu-kayu itu dengan penasaran, semua wajah melongokkan pandangannya ke liang kubur. Lalu kayu-kayu hancur itu pun disingkirkan dengan hati-hati, dan Terlihatlah pemandangan yang SANGAT MENGERIKAN.

Kain kafan penutup mayat itu sudah hancur berserakan, mayat wanita itu hangus terbakar, rambutnya kaku bagaikan jeruji besi, hampir mirip sapu ijuk, kedua bola matanya copot meleleh dipipinya, lidahnya pun terjulur keluar dari mulut. Mata, telinganya dan mulut mengalirkan asap yang berbau daging hangus.

Semua Orang yang menyaksikan pemandanga itu langsung terlonjak mundur. Ibu dan wanita shalihah itu jatuh pingsan. Dan para penggali kubur yang sudah melompat keluar liang itu dengan tanpa pikir panjang langsung menimbun liang itu dengan cepat dan lari meninggalkan pusara.

Setelah kejadian tersebut... Wanita shalihah itu semakin giat beribadah. Ibu wanita malang tadi sudah menjadi penghuni rumahsakit jiwa. Dan Kubur itu menjadi kuburan terakhir yang dimakamkan di pemakaman itu, sebab tak ada lagi orang yang mau menguburkan keluarganya yang meninggal di pemakaman itu.

TINGKAH ANEH ORANG TANGGAPI ISU KIAMAT 2012

Ada saja orang yang masih percaya, kiamat akan datang pada 21 Desember 2012, saat kalender Bangsa Maya mengakhiri masa berlakunya selama 5.125 tahun.

Kekhawatiran memuncak ini bahkan membuat Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kerepotan. Meski sudah menjelaskan panjang lebar di situsnya, bahwa isu kiamat akhir tahun ini bohong belaka, masih ada orang yang penasaran.

Seperti dimuat Daily Mail, 10 Januari 2012, NASA mendapat sekitar 5.000 surat elektronik atau email yang bertanya soal ramalan Maya. Di antaranya bahkan mengajukan pertanyaan ekstrem: apakah mereka sebaiknya bunuh diri sebelum hari akhir tiba.

Imuwan senior Institut Astrobiologi NASA, David Morrison mengaku menerima setidaknya 10 email sehari, dari orang-orang yang khawatir, sampai mereka yang nyaris berbuat nekat.

Salah satu di antaranya, seorang perempuan dari Denmark, yang mengidentifikas ikan dirinya sebagai, "ibu dari seorang bocah perempuan dan calon bayi".

Ini yang ia tulis: "Kemarin saya berniat bunuh diri, bayi dalam kandunganku, juga anak perempuanku yang baru berusia dua tahun, sebelum Desember 2012 tiba. Aku tak mau mereka mengalami pengalaman mengerikan, melihat kehancuran bumi."

Ada pula seorang remaja Amerika Serikat berusia 13 tahun yang menulis: "Aku sedang menimbang untuk bunuh diri. Aku sangat ketakutan... aku tak ingin hidup lebih lama. Aku berhak mendapatkan penjelasan."

Juga seorang anak yang mengadu,"Aku sangat takut. Satu-satunya temanku hanya anjingku. Dimana aku harus menidurkannya supaya dia tidak menderita saat kiamat datang?"

Sementara, orang-orang Amerika lain memilih jalan berbeda. Merekamembeli apapun yang ditawarkan, demi peluang bisa selamat dari kiamat -- dari buku panduan menghadapi kiamat berharga belasan dolar, hingga menyewa bunker berharga puluhan ribu dolar per orang, yang diiklankan tahan bom nuklir dan tahan terhadap tubrukan asteroid.

Gelombang ketakutan massal ini lah yang kemudian dimanfaatkan seorang pebisnis asal Kalifornia, Robert Vicino, dengan cara membangun bunker "antikiamat" di lokasi rahasia di AS. Dia mengklaim sudah 5.000 orang yang memesan tempat. Kini ia membangun bunker yang sama di Eropa.

Apa alasan orang mau membayar mahal demi selamat dari "kiamat" yang tak tentu benar?

"Kami bukan orang gila. Ini adalah masa-masa yang menakutkan. Keluargaku ingin selamat. Anda juga harus bersiap," kata salah satu pemesan bunker, Steve Cramer.

Juga ada Jason Hodge, ayah dari empat anak yang tak merasa sayang membayar mahal. "Ini investasi kehidupan," kata dia. "Hanya ingin memastikan, aku memiliki tempat yang aman bagi keluargaku, jika skrenario terburuk tiba."

Kegalauan tak hanya melanda sebagian orang Amerika Serikat. Juga merambah Bugarach, kota kecil di kaki pegunungan Pyrennees, Prancis. Sebanyak 200 penduduk harus bersaing dengan 200 ribu pengunjung yang terus berdatangan sejak awal 2012.

Para pengunjung mengincar bagian puncak gunung yang diyakini akan mengandung daya magnetis melindungi mereka dari kiamat. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa gunung Pyrennees adalah pintu menuju dimensi lain. Ada juga yang yakin itu merupakan markas rahasia alien.

Di tengah semua kekhawatiran itu, pemandangan berbeda justru ditemukan di jantung wilayah Maya di tenggara Meksiko.

Tak ada gambaran kehawatiran di sana, apalagi orang-orang yang berbondong-bond ong mengungsi ke perbukitan.

Setelah menderita bertahun-tahun, akibat pukulan parah yang menimpa industri pariwisata gara-gara perang kartel narkoba, isu kiamat justru memberi mereka harapan.

Agen pariwisata Meksiko berharap, fenomena "kiamat 2012" akan menarik 52 juta pengunjung ke wilayah tersebut, dua kali lipat yang diterima seluruh wilayah negara itu.

Sementara, di Kota Tapachula, di perbatasan Guatemala, sebuah jam digital raksasa dipasang di taman utama, menghitung mundur ke tanggal 21 Desember 2012.[Vivanews/ Okezone]

Ingatlah sobat muslim !

Islam mengajarkan kepada setiap kita untuk menyadari bahwa hanya Allah saja yang tahu kapan persisnya hari Kiamat akan terjadi. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga tidak tahu kapan persisnya hari Kiamat.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي
لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا
قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

”Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS Al-A’raaf ayat 187)

Satu-satunya isyarat soal jadwal hari Kiamat dari Rasulullah SAW hanyalah bahwa ia bakal terjadi pada hari Jumat. Namun jumat tanggal, bulan dan tahun berapa? Wallahu a’lam. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Rasulullah SAW bersabda:
وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Dan tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at.”
(HR Muslim)

Senin, 10 Desember 2012

hidup seorang tua yang bijak

Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkanya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya unt

uk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu
diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?”, ujar Pak tua itu. “Asin, asin sekali,” jawab sang tamu, sambil meludah ke samping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan
dekat tempat tinggalnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke alam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang dengan mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.” Saat tamu itu selesai
mereguk air, Pak tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”. “Segar”, sahut tamunya. ‘Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?’, tanya Pak tua lagi. ‘Tidak’, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama.”

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung semua kepahitan itu.”

Pak tua itu kembali memberikan nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Selasa, 04 Desember 2012

Mebangkitan Arwah Dari Seorang Wanita Bernama Mary Bergovy

Chicago memiliki sebuah kisah misteri yang tak kalah menyeramkan, ada sebuah kisah menyeramkan yang bernama Kebangkitan arwah dari seorang wanita bernama Mary Bergovy. Kisah ini sangat populer di tahun 1930, karena kisah ini memang benar-benar terjadi dan sebuah kisah nyata di Chicago karena kisah ini mempunyai beberapa bukti foto dari penampakan Mary dan dilihat banyak oleh para saksi.

Pada tahu
n 1939 malam itu, ada seorang pria bernama Jerry Palus pergi ke sebuah klub malam di Liberty Grove untuk bertemu dengan seseorang. Namun ketika dia mencari seseorang, dia bertemu dengan seorang wanita yang belum dia kenal, dan dia sangat tertarik dengan wanita itu, wanita itu memiliki penampilan yang sangat berbeda, wanita ini memiliki rambut pirang, bermata biru dan mengenakan gaun pesta berwarna putih. Saat itu, pria ini memberanikan diri dan mulai mendekatinya untuk meminta berdansa denganya. Wanita itu setuju dan menerima tawaran untuk berdansa, dan mereka langsung turun ke lantai dansa. Mereka menari selama sekian waktu dan pria ini merasakan dingin ketika dia menyentuh tanganya, dan wanita ini hanya tersenyum melihatnya.

Tanpa berpikir panjang di usai dansa, pria ini dengan percaya diri memberikan sebuah ciuman di pipinya dan wanita itu hanya bisa tersenyum, sepertinya pria ini sudah melupakan janjinya untuk bertemu dengan seseorang dan sudah terhanyut oleh wanita itu. Pria itu berkata padanya ''Apakah aku bisa mengantarmu pulang nona?'', dengan mengangguk gadis itu menjawab ''Dengan senang hati, jika kau tidak keberatan, kau dapat mengantarku pulang ke rumah dekat dengan pelabuhan''. Setelah itu mereka menaiki mobil dan pergi.

Setelah mereka di dalam sebuah mobil, wanita itu berkata kepadanya, kita harus melewati sebuah pemakaman dekat dengan gereja di Archer Avenue. Saat mereka melewati sebuah pemakaman, wanita itu mulai bertingkah sangat aneh. Wanita itu berkata kepada Jerry untuk segera menepi tetapi Jerry tidak mengijinkanya turun di sebuah pemakan. Setelah itu, tiba-tiba saja wanita itu nekat dan telah melompat keluar dari pintu mobil dan berlari sepanjang jalan menuju sebuah gerbang pemakan gereja. Kemudian jerry menghentikan mobilnya dan berlari mengejar wanita itu, wanita itu terus berlari dan berlari menuju gerbang, saat itu Jerry mengalami sebuah peristiwa yang sangat aneh, dimana ketika ia mengejar wanita itu dan mendekati sebuah gerbang, tiba-tiba saja wanita itu berhenti dan menoleh kearahnya dengan senyuman dan menghilang di tengah kegelapan. Saat itu Jerry sangat shock apa yang ia lihat, dia terus mencari wanita itu tetap tidak ada hasil, kemudian dia berhenti sejenak dan berpikir Bahwa dia baru saja bertemu dengan hantu, mengajaknya berdansa, sampai mengantarnya pulang ke sebuah pemakaman.

Keesokan harinya, Jerry memutuskan untuk mencari rumah wanita itu, ketika dia berhasil menemukan rumahnya, dia bertemu dengan seorang wanita tua dan dia berkata ''Benar sekali apa yang kau katakan, nama anaku Mary, dan dia sudah meninggal setahun yang lalu karena sebuah kecelakaan'', dan wanita tua itu memperlihatkan fotonya, ternyata tepat foto itu adalah Mary.

Sejak itu beberapa pria telah melaporkan, bahwa mereka telah menerima sebuah tumpangan seorang wanita yang cantik bergaun putih, dan dia secara misterius menghilang ketika mobil mereka mencapai sebuah pemakaman. Menurut Chicago Tribune, sang pemburu hantu yang bernama Richard Crowe telah mengumpulkan hampir seratus cerita kasus seorang penumpang wanita misterius yang tiba-tiba menghilang saat tiba di sebuah pemakaman kasus ini sangat menggemparkan penduduk di tahun 1930.

Ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa Mary telah menghabiskan malamnya untuk berdansa dengan pacarnya di sebuah Ballroom klub malam. Kemudian mereka bertengkar karena perbedaan sebuah pendapat, saat itu Mary sangat kesal dengan pacarnya dan dia nekat pulang sendiri kerumahnya di malam itu. Dia mulai berjalan sambil menangis menyusuri sebuah jalan di Archer Avenue, tetapi saat dia menyeberang di sebuah jalan, dia di tabrak lari oleh sebuah mobil yang sedang melaju cepat di jalan itu. Sopir itu meninggalkan mobilnya dan berhasil melarikan diri meninggalkan Mary yang tewas di jalan. Kemudian orang tua Mary datang mencarinya karena dia belum pulang kerumah dan di tengah jalan mereka telah menemukan sosok tubuh yang berlumuran darah tergeletak di jalan, dan itu adalah Mary yang sudah tak bernyawa. Keesokan harinya, Mary dimakamkan di sebuah pemakaman di dekat sebuah gereja di jalan Archer Avenue dekat dengan sebuah pelabuhan. Di peti matinya, Mary mengenakan sebuah gaun pesta favoritnya yang berwarna putih lengkap dengan sepatu dansanya. Sopir yang telah menabraknya sampai sekarang tidak berhasil di temukan.

Minggu, 02 Desember 2012

Misteri Goa Tua Di Tenggah hutan

Aku ini termasuk orang yang dikaruniai (atau dikutuk) memiliki indra keenam yang sangat peka, atau dengan kata lain....aku bisa melihat makhluk-makhluk gaib tersebut dengan sangat jelas.

Percayalah. Itu bukan sesuatu yang menyenangkan....setidaknya bagiku.

Karena kemampuanku ini, aku tidak hanya bisa melihat saja tapi bisa juga berinteraksi dengan mereka. Terkadang memang tidak jadi masalah kala
u kebetulan aku bertemu dengan makhluk gaib yang bersikap biasa saja. Tapi akan jadi masalah kalau kebetulan aku bertemu dengan makhluk gaib yang berniat jahat atau sekedar usil.

Seperti saat ini.

Saat ini aku berjalan di tengah hutan lebat yang berada cukup jauh dari tepi kota tempatku tinggal. Langit sudah gelap dan satu-satunya benda yang membantuku berjalan tanpa tersandung adalah sebuah senter LED yang menyala dengan cahaya putih terang.

Kalau kau bertanya kenapa aku berada di hutan seperti ini malam-malam, jawabannya pasti akan terasa aneh di telingamu.

Aku sedang membantu seseorang untuk menemukan benda yang dia hilangkan. Ehm...daripada seseorang. Akan lebih bagus kalau kukatakan dia itu ‘mantan’ orang.

Kenapa mantan? Karena tidak ada orang yang bisa berjalan menembus kerimbunan hutan selebat ini tanpa suara sama sekali dan dengan kaki tidak menapak ke tanah.
Dengan kata lain...saat ini aku sedang bersama arwah orang mati, atau lazim sekali disebut hantu.

“Masih berapa jauh lagi??” tanyaku pada arwah itu.

Sang arwah yang berwujud seperti seorang anak perempuan berambut hitam panjang, langsung menoleh ke arahku dan tersenyum manis padaku. Dia lalu menunjuk ke arah kerimbunan pohon di depannya.

“Masih jauh?” tanyaku lagi.

Hantu anak kecil itu mengangguk mengiyakan.

Aduuh.....yang benar saja! Aku sudah berjalan menembus hutan selama 1 jam dan kita belum sampai?!

Aku menggerutu dalam hati.

Pasti kalian bertanya-tanya kenapa aku mau repot-repot membantu hantu itu. Jawabannya mudah: kalau aku tidak membantunya, dia akan menghantuiku seumur hidupku.

Aku sih tidak terlalu kerepotan seandainya dia hanya menakut-nakutiku dengan wujudnya yang agak imut itu. Sialnya hantu anak kecil seperti dia biasanya mampu mengakibatkan terjadinya fenomena poltergeist, seperti barang-barang berpindah sendiri, suara ketukan dan gesekan di rumah, suara langkah kaki tanpa wujud, suara tawa anak kecil, dan yang paling parah....perabotan berat seperti lemari dan kasur di rumah bisa berada dalam posisi terbalik.

Kalau aku tinggal sendiri sih tidak terlalu masalah, tapi masalahnya aku tinggal dengan paman dan bibiku. Mereka selalu ketakutan setengah mati setiap kali hal-hal berbau paranormal terjadi di rumah mereka gara-gara diriku.

Karena tidak mau membuat mereka repot, ribut, dan mungkin terkena serangan jantung....aku memutuskan untuk membantu anak ini menemukan barangnya yang hilang di hutan ini. Kalau tidak karena alasan itu, mana ada remaja umur 15 tahun yang cukup gila untuk pergi ke hutan malam-malam begini. Normalnya sih di jam-jam seperti ini aku sudah tidur di rumah atau nongkrong bersama teman-temanku di mall.

Aku mendesah lagi. Tapi aku jadi penasaran....barang apa yang sebenarnya dia hilangkan di tempat seperti ini?

Suasana hutan yang gelap dan nyaris sunyi senyap membuatku merinding. Satu-satunya suara yang terdengar adalah suara langkah kakiku yang kikuk saat berjalan menembus hutan, serta suara desir angin yang sesekali berhembus diantara pepohonan. Sesekali aku melihat mata-mata hewan-hewan malam yang tersembunyi diantara rimbunnya pohon dan semak di hutan lebat ini. Tapi mereka semua membisu dan tidak bersuara sama sekali.

Jelas ini tidak normal.

Bulu kudukku langsung berdiri semua dan aku langsung merinding hebat.

Firasatku langsung terasa sangat tidak enak.

Kalau tubuhku sudah bereaksi seperti ini....biasanya di dekatku ada makhluk-makhluk gaib yang seharusnya tidak kulihat atau kutemui.

Aku berhenti sejenak dan memandang berkeliling. Tapi aku tidak melihat apapun di sekitarku. Aku mengarahkan senterku ke segala arah tapi tidak ada apa-apa sama sekali.

Mungkin hanya perasaanku saja....gumamku sambil mengusap tengkuk leherku.

Aku lalu memandang lagi ke depan.

Si hantu anak kecil juga berdiri dan memandangiku dengan tatapan heran.

“Ah. Tidak ada apa-apa. Aku hanya lelah jadi ingin istirahat sejenak,” ujarku berbohong pada hantu kecil itu.

Hantu gadis kecil itu lalu tersenyum padaku.

Haaah....kalau dia masih hidup, anak itu pasti manis sekali. Sayang dia sudah mati....keluhku pada diriku sendiri. Dalam kondisi seperti itu, dia mau tersenyum semanis apapun, orang yang melihatnya minimal akan lari terbirit-birit...atau bahkan langsung pingsan ditempat.

Bukannya apa-apa...tapi wujud hantu gadis itu tidak bisa dibilang utuh lagi.

Sebagian wajahnya sudah hancur dan hanya menyisakan sisa-sisa wajahnya yang dulu pasti manis. Tubuhnya juga sama saja. Lubang-lubang besar tampak di sekujur tubuh hantu gadis itu, menandakan kalau kematiannya itu bukan kematian yang wajar. Dari balik lubang itu aku bisa melihat organ-organ dalamnya yang sudah rusak dan membusuk.

Sungguh pemandangan yang sangat tidak enak dilihat. Kalau aku tidak terbiasa melihat makhluk gaib serupa dirinya, aku pasti sudah muntah-muntah setiap kali melihat sosok hantu gadis itu.

Tiba-tiba saja si hantu berhenti bergerak. Dia lalu menoleh ke arahku dan memandang ke arahku dengan satu-satunya mata yang tersisa, sementara matanya yang lain sudah tidak ada ditempatnya. Perlahan-lahan hantu itu menunjuk ke arah semak-semak lebat di depannya.

“Ada apa? Apa disini kau menjatuhkan benda yang kau cari?” tanyaku pada hantu gadis itu sambil menyorotkan cahaya senterku ke arah semak-semak lebat di depannya.

Hantu gadis itu mengangguk lagi dan menunjuk-nunjuk ke arah semak-semak di depannya itu dengan penuh semangat. Dia lalu memberi isyarat agar aku segera menerobos semak-semak itu dan mulai mencari.

Aku menepuk wajahku dan menghela nafas.

Ini akan jadi pekerjaan yang melelahkan sekali....

Untungnya aku sudah mempersiapkan beberapa peralatan untuk pekerjaan ini. Aku langsung meletakkan tas yang kubawa dan mulai mengeluarkan isinya.

Untuk menerobos semak-semak berduri semacam itu tentu saja tidak bisa dengan tangan kosong. Aku mengeluarkan sepasang sarung tangan karet yang tebal, sebuah parang, dan head lamp, senter dengan ikat kepala, agar tanganku bebas bergerak saat menerobos semak berduri itu.

“Dimana tepatnya benda itu terjatuh?” tanyaku pada si hantu gadis.

Gadis yang tadinya manusia itu lalu melayang ke tengah-tengah kerimbunan semak berduri di depanku dan menunjuk ke bawah.

“Di situ?” tanyaku lagi.

Hantu gadis itu mengangguk dengan semangat.

Tanpa basa-basi lagi aku berjalan dengan susah payah menerobos semak-semak berduri di depanku. Untung tadi aku sengaja memilih mengenakan celana kargo tebal dan baju lengan panjang, kalau tidak tangan dan kakiku sudah dipenuhi goresan berdarah. Perlahan aku mulai berjalan mendekati si gadis hantu sambil menebas jalinan dahan-dahan semak yang tumbuh sangat rapat.

“Sebelah mana?” tanyaku pada hantu gadis kecil itu lagi.

Hantu itu kembali menunjuk ke bawah dan tersenyum lagi dengan wajahnya yang sudah rusak.

“Baiklah. Jangan kemana-mana! Aku akan segera kesana!” ujarku sambil terus membuka jalan dengan parangku.

Ketika aku mulai mendekati gadis hantu itu....tiba-tiba saja pijakan kakiku menghilang.

Bukan....bukan menghilang, tapi begitu aku menginjak semak-semak di depanku, tiba-tiba saja sebuah lubang besar menganga di bawah kakiku.

Ap..!?

Aku tidak sempat berseru ataupun melakukan apapun karena aku langsung jatuh ke lubang gelap itu. Sesaat sebelum aku terjatuh ke dalam lubang tersebut.....sekilas aku melihat senyum jahat tersungging di wajah rusak si hantu gadis kecil.

Hal terakhir yang kuingat...atau lebih tepatnya kudengar....adalah suara tawa anak perempuan yang terdengar sangat puas.

****
Ketika aku terbangun lagi, hal pertama yang kurasakan adalah rasa sakit di sekujur tubuhku.

Aku tidak tahu seberapa dalam aku terjatuh karena tadi aku langsung pingsan pada hantaman pertama.

Gelap total.

Aku sama sekali tidak bisa melihat apapun. Sama sekali tidak ada cahaya di sini.

Aku mulai ketakutan.

Perlahan-lahan aku menyentuh head lamp yang kukenakan di kepala, tapi aku langsung merasakan kalau senter itu sudah rusak parah. Aku mencoba menyalakan benda itu tapi tentu saja gagal.

Gawat! Aku berseru panik dalam hati. Gawat! Gawat! Gawat!
Aku langsung kebingungan. Tapi kemudian sebuah benda berat di kantung celanaku langsung membuatku tersadar. Aku mengambil benda itu yang tidak lain adalah ponselku. Dengan segera aku menyalakan layar ponsel itu dan menjadikannya sebagai sebuah senter.

Aku lalu menyorotkan cahaya layar ponsel itu ke segala arah dan segera mengetahui dimana aku berada.

Rupanya aku jatuh ke dalam sebuah gua bawah tanah.

Untung saja lantai gua ini terbuat dari tanah yang gembur dan cukup empuk, kalau ini gua kapur, aku pasti sudah mati. Atau paling tidak patah tulang.....

Aku bergumam dalam hati sambil menyoroti lubang tempatku terjatuh tadi. Lubang itu rupanya tidak tegak lurus. Itu menjelaskan kenapa aku tidak terluka parah meski terjatuh ke dalam gua yang tampaknya cukup dalam ini.

Sambil menggigit ponselku, aku mencoba memanjat ke atas melalui lubang tempatku terjatuh.

Tapi sayangnya aku gagal. Dinding lubang itu ternyata terbuat dari batuan licin dan berlumut, sehingga hampir tidak ada pegangan kokoh agar aku bisa merayap naik ke atas.

Setelah jatuh merosot ke bawah beberapa kali, aku akhirnya menyerah.

Bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini?

Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri sambil memandangi lubang tempatku terjatuh tadi. Tiba-tiba aku menyadari sesuatu dan menggetok kepalaku sendiri.

Bodohnya aku!

Aku berseru sambil memandang ke arah layar ponselku penuh harap. Aku berharap di sana terdapat paling tidak satu garis di tanda indikator sinyal ponselku. Tapi harapanku sirna ketika aku melihat tanda silang di indikator tersebut. Artinya di bawah sini sama sekali tidak ada sinyal telepon.

Sial! Aku mengumpat dalam hati sambil menendang dinding gua dengan keras.

Aku menelan ludah.

Suasana gua yang gelap total membuatku ketakutan.

Samar-samar aku bisa mendengar suara-suara bisikan yang kuharap hanya ilusi yang dihasilkan oleh ketakutanku akan kegelapan pekat yang menyelimuti tubuhku. Sayangnya suara bisikan itu bukannya makin samar atau menghilang, tapi justru semakin nyaring terdengar. Sampai-sampai aku merasa di sekelilingku ada ratusan sosok tanpa wujud yang sedang mengamatiku dan saling berbisik.

Aku langsung berputar ke segala arah dan menyorotkan cahaya layar ponselku ke seluruh bagian gua.

Kosong.

Tidak ada apa-apa.

Tapi suara bisikan itu tidak juga hilang dan terus berputar di sekelilingku.

Sambil mengepalkan tangan dan mengabaikan suara bisikan itu, aku menyorotkan layar ponselku ke depan lalu mulai berjalan menyusuri lorong gua. Ketika berjalan, aku jadi menyadari ini bukan gua alami, melainkan gua buatan. Sesekali aku melihat beberapa rangka kayu lapuk yang dulu digunakan untuk memperkuat dinding dan langit-langit gua. Sekilas aku juga melihat benda-benda seperti helm bekas, sekop tua berkarat, lentera tua yang tergantung di salah satu rangka, dan benda-benda lain yang cukup lazim terlihat di sebuah tambang.

Tempat apa ini? tanyaku pada diriku sendiri.

Tiba-tiba aku terdiam.

Aku baru menyadari kalau suara bisikan misterius tadi sudah hilang. Sekarang semuanya sunyi senyap. Anehnya aku makin ketakutan ketika menyadari tidak ada lagi suara apapun di sekelilingku, kecuali suara langkah kaki dan degup jantungku.

Tanpa tahu arah aku terus berjalan. Kalau melihat jam yang terpampang di layar ponselku, saat ini hampir tepat tengah malam. Waktu yang paling kubenci karena makhluk-makhluk gaib yang paling tidak ingin kutemui justru aktif pada tengah malam hingga menjelang subuh.

Aku hanya berdoa dalam hati kalau disini tidak ada yang seperti itu.

Kalau tidak aku pasti sangat kerepotan. Meski tidak bisa membunuhku secara fisik, tapi mereka bisa membunuhku secara mental. Cukup sekali aku bertemu makhluk gaib yang bisa membuatku seperti orang ling-lung selama 3 hari berturut-turut, aku tidak mau bertemu dengan yang seperti itu lagi.

Tiba-tiba saja aku tersandung sesuatu dan terjatuh.

“Aduh!” seruku kaget.

Dengan segera aku bangkit dan meraih ponselku, lalu menyoroti benda apa yang membuatku terjatuh.

Aku tersentak kaget.

Benda yang membuatku terjatuh adalah mayat seorang anak kecil yang terbaring di tanah. Mayat itu pasti sudah berada di tempat ini untuk waktu yang sangat lama karena yang tersisa dari tubuh anak kecil itu hanyalah tulang belulang.

Sambil menelan ludah, aku berputar dan menyoroti sekitarku dengan lampu dari layar ponselku.

Kalau aku tidak terbiasa melihat yang beginian, aku pasti pingsan atau minimal menjerit histeris.

Di sekitarku tampak banyak sekali mayat-mayat anak kecil yang juga sudah membusuk dan meninggalkan tulang-tulangnya saja. Mereka semua tampaknya mati dalam kondisi mengenaskan. Beberapa mayat tampak tidak utuh, entah apa sebabnya, sementara yang lain terbaring dalam posisi yang tidak wajar.

Apapun yang menyebabkan mereka semua terbunuh sudah membuat mereka tersiksa sebelum mati.

Aku menutup mulutku dengan sebelah tangan. Dalam benakku langsung terbersit satu pikiran.

Jangan-jangan ‘benda’ yang dimaksud hantu yang menuntunku kesini adalah mayat-mayat ini!? Apa hantu itu ingin aku menemukan tubuhnya?!

Aku menelan ludah lagi.

Entah mengapa suara bisikan-bisikan gaib yang tadi kudengar, sekarang kembali terdengar lagi. Perlahan-lahan suara bisikan itu berubah menjadi suara tawa sekelompok anak kecil yang sedang bermain-main. Sayup-sayup aku bahkan mendengar mereka menyenandungkan sebuah lagu. Awalnya lagu itu terdengar sayup...tapi lama kelamaan semakin keras sehingga saat ini aku serasa seperti dikelilingi oleh puluhan anak kecil yang berputar sambil bernyanyi riang. Hanya saja mereka semua tidak terlihat.

Aku menutup telinga. Berusaha mengabaikan suara nyanyian itu dan kembali berjalan menyusuri gua.

Aku tidak tahu apakah aku bisa keluar dari gua ini. Tapi yang pasti aku harus terus maju kalau aku tidak mau mati dan membusuk seperti mayat anak-anak malang yang kulihat tadi.

Kemudian langkahku terhenti karena jalan di depanku berakhir begitu saja. Gundukan tanah dan bebatuan tampak berserakan menutupi jalan hingga tidak mungkin bagiku untuk terus maju. Aku harus berbalik dan mencari jalan lainnya.

Tapi baru saja aku akan berbalik, tiba-tiba aku mendengar suara gemeretak yang tidak menyenangkan di belakangku. Suara yang seharusnya tidak terdengar di dalam lorong gelap dan menyeramkan ini.

Aku menelan ludahku dan kembali merinding hebat.

“Kakak~! Ayo main~!”

Tiba-tiba aku mendengar suara riang seorang anak kecil dari belakang punggungku. Begitu mendengar suara itu, sekujur tubuhku kaku. Aku mulai gemetar karena ketakutan.

“Kakak~! Ayo main~!”

Suara itu terdengar lagi dari belakang punggungku. Kali ini suaranya terdengar semakin dekat.

Aku sama sekali tidak berani berbalik atau menoleh ke belakang.

“A....apa maumu?! Kenapa kau menjebakku di tempat seperti ini?!” seruku tanpa berani menoleh ke belakang, karena aku sudah bisa menduga apa yang akan kulihat kalau seandainya aku sampai melakukan itu.

“Kakak~! Ayo main~! Teman-temanku sudah menunggu~!”

Aku makin ketakutan begitu mendengar ajakan si pemilik suara itu.

Te....teman-teman......gumamku dalam hati dengan gemetar karena ketakutan. Jelas sekali ini sama sekali tidak bagus.

Benar saja.

Aku langsung merasakan sesuatu yang dingin dan keras menyentuh pundakku. Aku nyaris tidak bisa berbuat apa-apa ketika tubuhku dipaksa berbalik oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.

Begitu aku berbalik, sebuah pemandang mengerikan langsung menungguku.

Sosok-sosok anak kecil tampak berdiri di depanku. Sialnya mereka semua sudah tidak ada yang utuh. Wajah dan tubuh mereka sudah rusak berat dan terlihat membusuk. Entah kejadian macam apa yang telah menimpa mereka saat mereka masih hidup, hingga membuat wujud hantu mereka sampai seburuk ini. Tapi berbeda dengan sebelumnya. Kali ini mereka tidak terlihat transparan.

MEREKA TERLIHAT PADAT!!!

Ketika aku tidak sengaja menyorotkan sinar dari layar ponselku ke arah tempat aku menemukan mayat-mayat anak kecil tadi. Mayat-mayat itu sudah tidak ada.

Tidak perlu waktu lama hingga aku menyadari bahwa mayat-mayat itulah yang ada di depanku sekarang!

Oh tidak! Ini sangat tidak baik! Seruku panik dalam hati. Jantungku langsung terasa berpacu 3 kali lebih cepat dan sekujur tubuhku mendadak gemetaran tidak karuan. Ini sangat tidak baik! Sungguh sangat tidak baik! Sialan!!!!

Sosok-sosok mengerikan itu tampak menyeringai dengan wajah mereka yang sudah tidak utuh lagi sambil menyenandungkan lagu ceria, namun liriknya terdengar sangat mengerikan karena sudah diubah sedemikian rupa sehingga mencerminkan keadaanku sekarang.

Tek kotek kotek kotek~!

Anak ayam turun ke lubang~!

Mati satu tinggal berapa?

Tek kotek kotek kotek~!

Mati satu....mati semua~!

Mereka terus mengulang-ulang lagu mengerikan itu sambil berjalan mendekat dengan perlahan dan dengan langkah terseok-seok, bahkan ada yang sampai merayap karena kedua kakinya sudah hancur karena membusuk.

Tangan-tangan mungil mereka yang rusak dan tampak mengerikan terulur ke arahku, berusaha menggapai tubuhku.

Spontan aku langsung melompat mundur, hanya untuk menabrak tumpukan tanah dan bebatuan di belakangku. Dengan panik aku langsung memutar tubuhku dan mulai menggali dengan kedua tanganku. Tentu saja itu sia-sia karena mustahil aku bisa menggali lapisan tanah dan batuan yang runtuh itu tanpa bantuan alat berat.

Tapi aku tidak peduli.

Aku harus segera melarikan diri dari tempat mengerikan ini!

“Kakak mau kemana? Ayo main~!”

Seorang anak dengan kepala terpelintir ke belakang akhirnya berhasil meraih pundakku dan menempelkan tubuhnya yang setengah hancur dan berbau busuk ke tubuhku. Aku langsung muntah dan mengibaskan tanganku, membuat hantu anak itu terjatuh.

Tapi dengan segera anak-anak yang lain langsung meraih tubuhku, mencakar, menggaruk, dan mencengkram sekujur tubuhku dengan tangan-tangan mungil mereka yang mengerikan.

Mereka sudah berhenti bersenandung dan kini bersorak dengan kompak sambil terus menyeringai lebar.

“AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~! AYO MAIN~!”

Suara anak-anak itu bergema di lorong gua dan membuat kedua telingaku sakit. Tapi aku sudah tidak bisa lagi berteriak ataupun bergerak karena tangan-tangan hantu anak-anak yang mengerubuti tubuhku sudah sampai ke leherku.

Aku bisa merasakan salah satu dari mereka melingkarkan jemarinya yang tinggal tulang ke leherku dengan sangat erat, hingga aku tidak bisa bernafas apalagi berbicara.

Aku berusaha berontak, tapi anak-anak yang lainnya sudah menahan tangan, kaki, dan tubuhku, hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

“Kakak....kami sudah tidur lama sekali dibawah sini....kami kesepian....”

Sialan! Rupanya aku dibawa kesini hanya untuk dibunuh! Seharusnya aku tidak pernah menuruti permohonan hantu anak kecil ini.....sesalku tanpa daya.

Tapi penyesalanku sia-sia saja ketika melihat hantu anak kecil yang mencekik leherku tersenyum lebar. Sosok hantu yang mencengkram leherku itu tidak lain adalah hantu yang pertama kali menuntunku sampai ke tempat ini.

“Makanya....temani kami tidur di sini......”

Hantu itu berkata lagi sambil mengeratkan cengkramannya di leherku.

Kesadaranku langsung hilang perlahan-lahan. Semuanya jadi terlihat merah dan kabur, serta berputar-putar. Sensasi melayang mulai terasa ketika seluruh organ tubuhku menjerit karena kehabisan oksigen.

Aku tahu tidak lama lagi aku akan mati.

Tapi aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku hanya pasrah dan menutup mataku ketika aku merasakan kegelapan di sekitarku merenggut jiwaku. Aku membiarkan kegelapan itu merenggut dan menyelimuti tubuhku yang mulai dingin.

Dan kemudian... aku jatuh tertidur dalam kegelapan pekat.

****
Aku tidak tahu berapa lama aku tertidur dalam kegelapan. Aku bahkan tidak tahu apakah aku benar-benar sudah mati atau belum karena semuanya gelap dan aku tidak bisa merasakan atau melihat apapun.

Yang pasti tiba-tiba saja aku melihat sebuah cahaya di kejauhan.

Kalau dari buku-buku tentang supranatural yang pernah kubaca....cahaya di kejauhan dalam kegelapan pekat seperti ini bisa berarti dua hal.

Satu: Itu cahaya menuju alam kehidupan.

Dua: Itu cahaya yang akan menuntunku ke ‘dunia sana’.

Tapi aku tidak peduli kemana cahaya itu akan menuntunku. Aku langsung mengangkat tanganku dengan susah payah, berusaha menggapai cahaya di kejauhan itu.

Sedikit lagi....gumamku sambil terus berusaha meraih cahaya temaram itu.

Sedikit lagi.....

Sedikit lagi.....

****
Tiba-tiba aku terbangun dan langsung duduk.

Dengan bingung aku memandang ke sekelilingku dan aku terkejut bukan main ketika aku tahu-tahu sudah berada di dalam kamarku lagi.

“APA?!” seruku bingung setengah mati.

Kepalaku langsung pusing karena aku masih tidak mengerti....apa yang sebenarnya telah terjadi.

Hantu anak kecil itu.

Gua bawah tanah.

Sosok-sosok mayat hidup anak-anak yang mengerikan.

Kegelapan.

“Mimpi?!” tanyaku pada diriku sendiri. “Tapi itu semua terlalu nyata!”

Dengan ngeri aku memandangi sekujur tubuhku yang dipenuhi bekas-bekas cengkraman tangan yang berwarna kemerahan. Ukuran bekas cengkraman tangan itu kurang lebih seukuran tangan anak kecil.

Aku langsung menelan ludahku.

Kemudian aku menyadari sesuatu dan langsung menoleh ke samping.

Sesosok anak kecil, dengan wajah hancur dan tubuh berlubang-lubang karena membusuk, tampak berdiri di samping tempat tidurku. Dia lalu tersenyum manis dengan wajahnya yang setengah rusak, lalu menghilang begitu saja.

Aku tertegun.

Hantu gadis itu pertama kali muncul beberapa hari yang lalu dan mulai menghantuiku lalu membuat berbagai macam fenomena poltergeist terjadi di sekitarku. Hantu itu berkali-kali mengirimkan pesan bahwa dia ingin aku membantunya menemukan benda yang dia hilangkan di hutan.

Aku langsung ingat kalau aku bermaksud membantunya malam ini.

Karena itulah aku sudah mengenakan pakaian lapangan dan menyiapkan semua perlengkapan yang mungkin kubutuhkan di ranselku. Tapi karena tadi aku lelah setelah siang hari berolahraga berat di sekolah, aku memutuskan untuk tidur sejenak.

Tapi rupanya aku malah tertidur pulas dan malah bermimpi aneh....yang kurasa bukan sepenuhnya mimpi.

Aku mendapat kesan kalau mimpi buruk itu adalah pesan dari si hantu, dan aku langsung paham apa maksudnya.

Oleh karena itu, begitu matahari terbit keesokan harinya, aku langsung menghubungi seorang anggota tim SAR kenalanku dan meminta bantuannya untuk memanggil teman-temannya dan membawa peralatan yang memadai.

Kenalanku itu sempat kebingungan saat aku menjelaskan maksudku, tapi dia tetap mau membantuku dan pada akhirnya datang bersama teman-temannya.

Begitu mereka datang, aku langsung memandu mereka menembus kerimbunan hutan di tepi kota tempatku tinggal. Tanpa ragu aku menuntun para tim SAR itu untuk menemukan tempat aku terjatuh dalam gua bawah tanah di mimpiku.

Dan rupanya tempat itu memang nyata!

Gua itu benar-benar ada dan ketika para tim SAR menjelajahi gua itu, mereka menemukan penemuan mengejutkan sekaligus mengerikan.

Di dalam gua itu terdapat banyak sekali mayat. Rupanya tidak hanya mayat anak kecil, tapi mereka juga menemukan cukup banyak mayat pria dewasa yang semuanya mengenakan seragam tentara asing.

Sama seperti mayat anak-anak kecil yang ditemukan dalam gua itu, mayat para tentara itu juga ditemukan dengan kondisi mengenaskan dan jelas mereka semua juga mati dengan tidak wajar.

Aku tidak tahu dan tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya telah terjadi di dalam gua itu. Yang jelas mereka semua sudah tertidur dalam kegelapan gua itu selama puluhan....bahkan mungkin ratusan tahun. Wajar saja kalau arwah anak-anak kecil itu menderita dan akhirnya ingin segera dibebaskan dari belenggu yang menjerat arwah mereka.

Sambil mengamati para tim SAR, dibantu warga setempat, mengeluarkan mayat-mayat itu dari gua, aku mendoakan agar arwah anak-anak itu segera mendapat ketenangan. Sambil memejamkan mata, aku berdoa dengan sungguh-sungguh.

Ketika aku melakukan itu, tiba-tiba aku merasakan hembusan angin sejuk dari belakang, disertai suara bisikan lembut.

Terima kasih...

Aku langsung membalikkan badan dan terdiam.

Di depanku kini berdiri sekelompok anak kecil, laki-laki dan perempuan, yang tersenyum ceria. Mereka tidak lagi terlihat mengerikan seperti yang kulihat dalam mimpiku semalam, malah mereka tampak bercahaya dan terlihat imut dengan pakaian sederhana yang mereka kenakan. Semuanya menatapku dengan tatapan gembira.

Sambil tertawa riang, mereka berbalik satu persatu dan berlari ke arah hutan, lalu menghilang begitu saja.

Aku menghembuskan nafas lega ketika mengetahui semuanya sudah berakhir.

Arwah penasaran anak-anak kecil malang, yang mati mengenaskan dalam gua bawah tanah itu, kini sudah terbebas dari belenggu yang menahan jiwa mereka. Kini mereka semua akhirnya bisa beristirahat dengan tenang dan tidak lagi bergentayangan di dunia, dan tentu saja...itu artinya aku akhirnya terbebas dari gangguan mereka.

Kalian sudah lama tertidur dalam kegelapan yang dingin dan menyeramkan....sudah sepantasnya kini kalian tidur dalam cahaya yang hangat dan nyaman. Sambil tersenyum lebar, aku berkata dalam hati.

Bayangan Aneh


Foto: BAYANGAN ANEH 


Ini adalah sebuah pengalaman aneh yang pernah aku alami, ketika itu di malam hari ketika dimana hujan turun saat itu aku sedang tidur di apartemenku, tiba-tiba saja aku terbangun oleh suara-suara aneh yang berada di dalam kamarku, dan aku membuka mata perlahan melirik jam dinding yang ternyata masih pukul 02:00am, kamarku sangat gelap hanya seberkas cahaya temaram yg muncul di balik jendela.

Cuaca saat itu sangat dingin dan aku lupa untuk menyalakan penghangat ruangan kamar, walaupun selimut setebal apapun tetap saja aku masih merasakan dinginya suasana malam yang hujan. Saat itu aku sedang tertidur dengan keadaan pulas karena aku sangat lelah setelah pulang dari kerja, tiba-tiba saja aku mendengar suara aneh terdengar sangat tipis oleh telingaku seperti suara-suara kerumunan serangga, dan tiba-tiba saja menghilang begitu saja, saat itu aku sempat kaget dan memperkirakan bahwa serangga itu mungkin sedang bersarang di salah satu pohon cemara halaman apartemen.

Beberapa menit kemudian terdengar lagi suara-suara aneh yang belum pernah aku dengar, suara ini seperti suara seseorang yang sedang bercakap-cakap, namun suara itu sangatlah aneh ketika itu aku mengintip ke sebuah jam dinding dengan mata sebelah tertutup, jam menunjukan pukul 02:00am. Dalam pikiran, aku selalu bertanya-tanya ''Ini terlalu malam untuk seseorang bercakap-cakap seperti ini, memangnya tidak ada waktu besok untuk bercakap-cakap?'', suara-suara itu semakin lama semakin terdengar sangat jelas, dan kali ini memang sangat jelas suara itu, akan tetapi di saat mendengar percakapan itu keadaan mataku sedang tertutup, dan isi dari percakapanya ialah seperti sebuah obrolan antara ibu dan anak, pertama ada suara wanita berkata "Kau ini harus menurut apa perintah dari Ibumu ini mengerti!'', kemudian ada suara anak laki-laki menjawab "Ibu tak pernah mengerti perasaanku saat ini, ini sudah terlalu malam bu'', saat itu keringat dingin mulai mengucur di dahiku.

Sungguh sangat aneh bukan? Di tengah malam masih ada pertengkaran antara Ibu dan anak, sebaliknya aku tidak mempunyai tetangga Ibu-ibu maupun anak-anak karena di samping apartemen ini adalah sebuah asrama perawat wanita, sungguh aneh bukan? Perasaanku mulai tidak enak, ingin sekali aku membuka kdua mata ini, namun aku sangat takut sekali, karena perasaanku semakin lama semakin tidak enak, dan beberapa menit kemudian aku langsung memberanikan diri untuk membuka kedua mata dan apa yang kulihat? Peristiwa yang sangat mengerikan dimana ada bayangan seorang wanita dan anak berdiri di atas meja belajarku, nampak jelas apa yang aku lihat bayangan itu hitam legam dan berbentuk manusia dan aku dapat melihatnya dengan jelas. Setelah melihatnya tiba-tiba saja tubuhku lemas dan pingsan diatas tempat tidurku. Dan terbangun di keesokan harinya.

Saat itu tiba-tiba saja temanku datang kerumah dengan wajah yang kelihatan sangat menakutkan, aku berkata kepadanya "Kenapa tiba-tiba saja kau datang kerumahku? bukankah hari ini kau masuk kerja?'', kemudian tanpa basi-basi temanku langsung membuka beberapa lembaran kertas foto yang baru saja ia cetak, kemudian ia berkata padaku "Aku akan memperlihatkan satu foto yang sangat aneh dan sepertinya kau memang harus meninggalkan apartemen ini, karena kau tidak tinggal sendiri di apartemen ini, cobalah lihat foto ini ada bayangan berbentuk seperti sebuah figur seseorang napak tilas sedang berdiri di ruang tamu". Kemudian aku mulai merasa takut dan trauma untuk tinggal di sebuah apartemen dan keesokan harinya aku pergi meninggalkan apartemen ini untuk kembali tinggal bersama kakakku.



David Butar Butar

Ini adalah sebuah pengalaman aneh yang pernah aku alami, ketika itu di malam hari ketika dimana hujan turun saat itu aku sedang tidur di apartemenku, tiba-tiba saja aku terbangun oleh suara-suara aneh yang berada di dalam k
amarku, dan aku membuka mata perlahan melirik jam dinding yang ternyata masih pukul 02:00am, kamarku sangat gelap hanya seberkas cahaya temaram yg muncul di balik jendela.

Cuaca saat itu sangat dingin dan aku lupa untuk menyalakan penghangat ruangan kamar, walaupun selimut setebal apapun tetap saja aku masih merasakan dinginya suasana malam yang hujan. Saat itu aku sedang tertidur dengan keadaan pulas karena aku sangat lelah setelah pulang dari kerja, tiba-tiba saja aku mendengar suara aneh terdengar sangat tipis oleh telingaku seperti suara-suara kerumunan serangga, dan tiba-tiba saja menghilang begitu saja, saat itu aku sempat kaget dan memperkirakan bahwa serangga itu mungkin sedang bersarang di salah satu pohon cemara halaman apartemen.

Beberapa menit kemudian terdengar lagi suara-suara aneh yang belum pernah aku dengar, suara ini seperti suara seseorang yang sedang bercakap-cakap, namun suara itu sangatlah aneh ketika itu aku mengintip ke sebuah jam dinding dengan mata sebelah tertutup, jam menunjukan pukul 02:00am. Dalam pikiran, aku selalu bertanya-tanya ''Ini terlalu malam untuk seseorang bercakap-cakap seperti ini, memangnya tidak ada waktu besok untuk bercakap-cakap?'', suara-suara itu semakin lama semakin terdengar sangat jelas, dan kali ini memang sangat jelas suara itu, akan tetapi di saat mendengar percakapan itu keadaan mataku sedang tertutup, dan isi dari percakapanya ialah seperti sebuah obrolan antara ibu dan anak, pertama ada suara wanita berkata "Kau ini harus menurut apa perintah dari Ibumu ini mengerti!'', kemudian ada suara anak laki-laki menjawab "Ibu tak pernah mengerti perasaanku saat ini, ini sudah terlalu malam bu'', saat itu keringat dingin mulai mengucur di dahiku.

Sungguh sangat aneh bukan? Di tengah malam masih ada pertengkaran antara Ibu dan anak, sebaliknya aku tidak mempunyai tetangga Ibu-ibu maupun anak-anak karena di samping apartemen ini adalah sebuah asrama perawat wanita, sungguh aneh bukan? Perasaanku mulai tidak enak, ingin sekali aku membuka kdua mata ini, namun aku sangat takut sekali, karena perasaanku semakin lama semakin tidak enak, dan beberapa menit kemudian aku langsung memberanikan diri untuk membuka kedua mata dan apa yang kulihat? Peristiwa yang sangat mengerikan dimana ada bayangan seorang wanita dan anak berdiri di atas meja belajarku, nampak jelas apa yang aku lihat bayangan itu hitam legam dan berbentuk manusia dan aku dapat melihatnya dengan jelas. Setelah melihatnya tiba-tiba saja tubuhku lemas dan pingsan diatas tempat tidurku. Dan terbangun di keesokan harinya.

Saat itu tiba-tiba saja temanku datang kerumah dengan wajah yang kelihatan sangat menakutkan, aku berkata kepadanya "Kenapa tiba-tiba saja kau datang kerumahku? bukankah hari ini kau masuk kerja?'', kemudian tanpa basi-basi temanku langsung membuka beberapa lembaran kertas foto yang baru saja ia cetak, kemudian ia berkata padaku "Aku akan memperlihatkan satu foto yang sangat aneh dan sepertinya kau memang harus meninggalkan apartemen ini, karena kau tidak tinggal sendiri di apartemen ini, cobalah lihat foto ini ada bayangan berbentuk seperti sebuah figur seseorang napak tilas sedang berdiri di ruang tamu". Kemudian aku mulai merasa takut dan trauma untuk tinggal di sebuah apartemen dan keesokan harinya aku pergi meninggalkan apartemen ini untuk kembali tinggal bersama kakakku.

penunggu jembatan brubaker ohio

Pada tahun 1930 telah terjadi sebuah kecelakaan yang sangat mengerikan di Jembatan Brubaker dimana ketika lima mobil yang sedang melaju telah menabrak satu sama lain di jembatan dan semua orang di dalam mobil telah tewas dan tidak ada yang ditemukan dalam keadaan hidup.

Tempat insiden kecelakaan tersebut Jembatan Brubaker memang sangat terpencil dan jarang dilalui oleh para pejalan kaki karena je
mbatan ini hanya dilalui oleh kendaraan bermotor seperti mobil, sepeda motor dan traktor, kemudian tidak ada seorang pun yang melihat kecelakaan itu terjadi dan kecelakaan ini masih tetap utuh di hari berikutnya, dan ke lima mobil itu pun masih tetap berada di atas jembatan dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Akhirnya, setelah malam tiba, ada seorang petani yang sedang mengendarai sebuah traktornya di jalan dan menemukan insiden kecelakaan tersebut, dengan wajah yang panik, petani itu pun segera memberitahu kepada polisi setempat bahwa ada sebuah kecelakaan di atas Jembatan Brubaker.

Ambulan dan para medis pun telah berdatangan ke tempat lokasi, para petugas kepolisian telah menemukan 12 mayat di dalam mobil diantaranya orang-orang dewasa dan anak-anak, kemudian mayat-mayat mereka semua dimasukkan ke dalam mobil ambulan dan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diteliti lebih lanjut, di mana mereka semua diidentifikasi dan diberikan pemakaman. Kemudian tragedi kecelakaan ini menjadi sangat populer di wilayah tersebut dan dari pihak desa akan menambah insiden kecelakaan tersebut di dalam cerita sejarah desa.

Namun, tak lama setelah insiden kecelakaan tersebut, petani yang telah menemukan dan melaporkan kecelakaan tersebut telah berkata bahwa setiap kali ia menyeberangi Jembatan Brubaker dengan traktornya, tiba-tiba saja traktornya berhenti tanpa sebab. Kemudian ketika traktornya telah berhenti ia telah mendengar suara ketukan berjumlah 13 kali di belakang traktornya kemudian diikuti dengan suara-suara aneh, suara itu seperti suara seseorang dengan nafas terengah-engah ''hosh hosh hosh...HOSH HOSH HOSH..hhhh.

Tak hanya petani tersebut yang merasakan peristiwa aneh tersebut melainkan para penduduk setempat lainnya pun berkata dengan sama. Mereka mengatakan bahwa mereka sedang mengemudi, tiba-tiba saja mobil mereka berhenti secara mendadak ketika mereka melintasi Jembatan Brubaker. Dan selama mobil mereka berhenti, mereka selalu diikuti oleh seseorang atau sesuatu yang mengetuk mobil bagian belakang mereka selama 13 kali dan kemudian terdengar suara-suara aneh seperti suara seseorang yang sedang bernafas terengah-engah, mereka pun berpikir ini mungkin hanya perbuatan seseorang dengan kejahilanya di atas jembatan, untuk mencuri barang-barang mereka dari dalam mobil, kemudian mereka tidak pernah membuka pintu mobil karena mereka sangat khawatir dengan pencuri tersebut dan kemungkinan mereka membawa senjata tajam untuk mengambil apa yang telah mereka inginkan.

Petani itu pun mulai bertanya-tanya di dalam pemikiranya ia hanya bergumam "Apakah para petugas kepolisian dan para medis telah berhasil menemukan semua mayat-mayat tersebut?". Petani itu pun mulai gundah dan ia pun merasa ada yang ganjil mungkin ada sesuatu di balik kecelakaan tersebut, kemudian dengan rasa penuh penasaran ia pun mulai menyelidikinya di kawasan Jembatan Brubaker dan akhirnya petani itu pun sampai menelusuri ke dalam hutan di pinggir jalan. Kemudian ia pun mulai kelelahan dan putus asa, ia pun memutuskan untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya di pohon yang rindang dengan semilir angin yang tipis sepoi-sepoi. Kemudian di saat-saat kelelahanya, matanya tertuju dengan sesuatu dibalik pohon di hadapanya, kedua matanya tertuju oleh sebuah objek sesuatu tepat berada dibawah pohon. Kemudian ia pun bergegas membangkitkan diri dan memeriksa dengan penuh kewaspadaan dan bertanya-tanya apakah objek tersebut, kemudian tanpa sadar ia berteriak "ASTAGA! Ya Tuhan...", apakah yang ia lihat itu? Yang ia lihat adalah seonggok mayat yang sudah membusuk. Mayat tersebut ditemukan tanpa lengan, lengan bagian kananya telah menghilang dan telah berlumuran darah di pakaianya, sepertinya ada sesuatu yang mengoyak lenganya sehingga sampai putus dari tubuhnya, kemudian pada bagian wajahnya, mulutnya ternganga lebar dan dipenuhi oleh gumpalan darah yang mulai mengering dan bagian lidahnya pun juga menghilang.

Ternyata seonggok mayat itu adalah salah satu korban dari anggota insiden kecelakaan di jembatan tersebut, tetapi ia tetap berpikir di dalam pemikiranya mengenai mayat tersebut, kenapa mayat tersebut bisa sampai berada di dalam hutan? dan apa yang membuatnya ia sampai ke dalam hutan? namun yang terpenting bahwa petani itu telah menemukan 1 korban lagi dan menjadi 13 korban dalam kecelakaan tersebut. Dan menurut hasil penelitian dari para medis bahwa mayat tersebut sebenarnya korban yang berhasil dan bertahan hidup dari kecelakaan tersebut, namun sayang ada sesuatu yang membuatnya ia kehilangan nyawa di dalam hutan. Menurut laporan forensik, di dalam mayat tersebut telah ditemukan sebuah tindak kekerasan di dalam tubuhnya dan membuatnya ia kehilangan anggota tubuhnya seperti lengan dan lidah, dalam hasil pemeriksaanya tim medis telah menemukan sebuah kuku yang sangat tajam yg menempel di bagian lenganya, dan kuku tersebut adalah milik dari Seekor Beruang. Sungguh sangat tragis sebenarnya ia masih hidup, tetapi ia bernasib malang ketika di dalam hutan. Bahwa ada seekor Beruang liar yang telah menghabisi nyawanya, beruang tersebut telah mengoyak lenganya hingga terputus dan memakan lidahnya.

Setelah itu, penduduk setempat telah percaya bahwa korban yang terakhir tersebut jiwanya telah menghantui Jembatan Brubaker. Karena ada salah satu penduduk yang telah berhasil melihatnya di malam hari, ketika ia pulang kerja tepat sekitar jam 22:00pm dan melewati jembatan tersebut, tiba-tiba saja mobil yang ia kendarai mati secara mendadak, kemudian ia pun sangat heran kenapa mobil yang ia tumpangi tiba-tiba mati di atas jembatan, kemudian ia bergegas keluar dari mobil dan memeriksa mesin mobil. Tiba-tiba saja ia mendengar ada yang mengetuk mobil belakangnya, ketukanya berjumlah 13 kali dan dilanjutkan dengan suara desahan nafas terengah-engah seperti suara seseorang yang sedang kelelahan. Ketika ia lihat apa yang terjadi di belakang mobilnya, ia telah melihat ada seseorang yang sedang berdiri di sudut belakang mobilnya. Kemudian ia merasa ketakutan dan lari meninggalkan mobilnya, apa yang ia lihat? dia telah melihat bahwa sesosok tersebut telah berlumuran darah di bagian mulutnya dan lenganya, sepertinya ia ingin meminta pertolongan darinya. Tetapi yang membuatnya ia lari adalah Kedua kaki orang tersebut sama sekali tidak berpijak di atas jembatan melainkan dalam keadaan melayang. Konon sampai saat ini hantunya masih tetap menghantui di atas Jembatan Brubaker.

miterry rumah tua yang sudah berumur puluhan tahun

mistery rumah tua



Kejadian ini telah terjadi sekitar sebelas tahun yang lalu ketika saya berusia tujuh tahun. Karena ketika saya lahir, keluarga saya selalu pindah berkali-kali dari rumah ke rumah. Namun dalam beberapa tahun ini kami telah menetap dan tinggal di rumah yang sederhana, tetapi ada yang aneh dari rumah itu, kakak saya dan saya telah merasakan kejadian-kejadian yang aneh selama kami tinggal di rumah itu
 (saya sebut rumah ini dengan inisial A karena demi menjaga nama dan lokasi rumah tersebut).

Keluarga saya dan saya telah tinggal dan menetap di sebuah rumah yang sangat sederhana, rumah itu memiliki dua lantai, memiliki loteng yang aneh (menurut saya loteng itu sangat menyeramkan) dan rumah ini memiliki sebuah dapur, namun dapur ini menurut saya memiliki kesan yang sangat aneh, begitu juga dengan keluarga kami, bahwa mereka juga dapat merasakan sesuatu yang aneh di dapur kami. Kakak saya tidak berani jika kedapur dalam keadaan sendiri, bila ia ingin pergi kedapur maka ia akan mengajak saya atau Ibu untuk menemaninya.

Suatu hari di malam itu tepat sekitar pukul 01:00am pagi, ketika keheningan malam mulai memuncak, orang tua saya sedang tertidur di kamar mereka, dan saya berada di kamar bersama kakak saya yang ketika itu ia sedang tidur dan saya berkali-kali mencoba untuk tidur tetapi mata ini belum bisa menutup, karena malam itu saya banyak meminum kopi karena saya mengerjakan banyak tugas dari sekolah. Saat itu, saya sangat merasa haus dan ingin sekali minum air dingin dari kulkas, tetapi saat itu, saya sangat merasa takut untuk melangkah ke dapur sendirian, dan saya juga tidak ingin membangunkan kakak saya yang sedang tidur, dan saya juga tidak rela untuk membangunkan orang tua saya yang sedang tidur, karena mereka juga harus bangun pagi-pagi sekali untuk bekerja, maka saya akan memutuskan untuk pergi sendiri ke dapur.

Letak dapur hanya beberapa meter dari kamar saya. Ketika saya sampai di dapur, hal pertama yang saya lakukan adalah untuk menghidupkan lampu dapur, karena setiap malam di rumah lampu selalu dalam keadaan mati terutama di dapur, setelah lampu menyala dan menerangi dapur, saya langsung membuka kulkas dan mengambil satu botol jus dingin, dan ketika saya sedang minum tiba-tiba saja saya mendengar suara yang aneh, namun suara ini cukup mengerikan bila terdengar di malam hari, suara ini adalah suara dari seorang wanita yang sedang terisak-isak pilu tetapi dengan nada yang rendah dan seperti seolah-olah ia sedang menangis. Suara ini terdengar tepat di dapur entah berasal dari mana saya pun tidak tahu, saat itu saya merasakan seluruh tubuh saya dalam keadaan mati rasa karena ketakutan, tetapi saya tidak peduli betapa takutnya saya dan setelah itu saya berlari ke kamar orangtua saya dan mengatakan kepada mereka bahwa saya mendengar seseorang yang sedang menangis di dapur tetapi mereka mengatakan bahwa suara itu adalah suara kakak saya, dan ia mencoba untuk menakut-nakuti saya meskipun apa yang saya dengar suara itu sangat jelas suara dari seorang wanita dewasa, sebaliknya kakak saya adalah seorang laki-laki. Kemudian malam itu orang tua saya memutuskan untuk membiarkan saya tidur dengan mereka.

Beberapa minggu setelah kejadian itu, orang tua saya pergi kerumah paman saya karena ada urusan keluarga yang mendadak, begitu juga dengan kakak saya ia pergi belajar kelompok di rumah teman-temanya dan saya dalam keadaan sendirian di dalam rumah, saat itu siang hari ketika saya pergi ke kamar mandi untuk mandi, saya mendengar suara tangisan itu lagi, suara itu terdengar sangat dekat dan jelas dengan saya seperti seolah-olah suara itu berada di dalam kamar mandi, dan saya tersentak keluar dari kamar mandi dan langsung pergi ke kamar dengan menutupi diri dengan selimut dalam ketakutan yang mencekam, bertahan dengan selimut sampai orangtua saya pulang. Setelah kejadian yang kedua kalinya ini, saya tidak pernah lagi mendengar suara tangisan itu. Dan setelah itu untungnya kami sekeluarga memutuskan untuk pindah rumah beberapa bulan kemudian.

Sekitar setahun setelah kami pindah di rumah yang baru, kemudian saya mulai mengingat kejadian aneh di rumah yang lama dan memberitahukan kepada orang tua saya apa yang saya dengar di rumah itu. Pertama Ibu saya tidak tahu suara apakah itu karena selama ia tinggal disana tidak pernah mendengar suara apapun, tetapi Ayah saya mengatakan bahwa di rumah yang lama ada sesuatu yang aneh dan Ayah saya juga merasakan hal yang sama dengan saya. Ayah saya berkata bahwa ketika ia bangun di larut malam untuk pergi ke kamar mandi, ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di tangga, tepat di depan kamar mandi, dan wanita itu sedang menangis, dia menangis sambil menutupi wajahnya. Saat itu Ayah saya berpikir mungkin itu adalah Ibu saya, saat itu Ayah saya sempat bertanya pada wanita itu "Apa yang sedang terjadi, kenapa kamu menangis?" tetapi wanita itu langsung memberikan respon dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian ayah saya mengatakan kepadanya "Baiklah, terserah kamu, bila kamu tidak ingin menjawab." Kemudian ketika ia keluar dari kamar mandi wanita itu menghilang. Kemudian Ayah saya sampai di kamarnya ia melihat Ibu saya sedang tidur. Keesokan paginya Ayah saya bertanya kepada Ibu saya "Mengapa kamu tadi malam menangis di tangga?" setelah mendengar pertanyaan dari Ayah, Ibu saya bingung dan ia berkata bahwa ia semalam tidur dan selama ia tidur ia tidak keluar dari kamar.

Sungguh pengalaman yang sangat mengerikan dirumah A baru pertama kali saya alami kejadian yang mengerikan dan baru rumah itu saja selama perpindahan dari rumah ke rumah. Namun sampai hari ini, terkadang saya selalu bertanya-tanya siapakah wanita itu? Apakah dia penunggu rumah itu? Dan kenapa dia selalu menangis? Dan saya juga penasaran siapakah penghuni rumah itu yang dulu. Sayangnya saya tidak sempat mencari informasi rumah itu karena tiba-tiba saja Ayah saya memutuskan untuk pindah rumah.