Kamis, 28 Maret 2013

Pocong Terbang Di Tanah Kusir


Warga RW 011 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, hingga malam ini masih terus membicarakan gentayangan hantu 'pocong'. Menurut beberapa warga hantu pocong itu sempat dilihat warga dua kali pada malam Jumat.
Mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan kaum bapak membicarakan sosok hantu yang terlihat di rumah warga RT 03/011, tidak jauh dari kuburan tanan Kusir. Mereka meyakini bila 'pocong' itu benar-benar ada.
Pocong Terbang Muncul di Tanah Kusir
Maman, menjelaskan, pocong itu pertama kali terlihat Jumat (2/9) dinihari, sekitar pukul 02.30 oleh Ubaidilah, 28, saat sedang keluar rumah. "Tiba-tiba, ia melihat ada sosok hantu pocong yang terbang dari atas rumah warga ke rumah lainnya. Pocong menghilang di TPU Tanah Kusir, "kata Maman.
Melihat poconkg, pria ini berteriak histeris karena takut. Warga yang mendengar, mendatangi tempat di mana Ubaidilah melihat sosok hantu tersebut. Dalam waktu singkat, kasus ini menyebar dari mulut ke mulut.
Sampai akhirnya warga kembali dikejutkan dengan penampakan 'pocong' yang kedua kali pada Jumat (9/9) dinihari sekitar pukul 02.00. Kali ini, Ibnu bersama dua rekannya melihat tiga sosok hantu. "Satu sosok hantu itu di antaranya berhenti dan memelototi Ibnu dan temannya," ujar Maman.
Dengan adanya dua kali penampakan pocong itu membuat warga yakin kalau hantu tersebut benar-benar ada. "Kalau saya sih, percaya nggak percaya. Tapi kalau yang melihat lebih dari tiga orang, kayaknya memang benar-benar ada, "tandasnya.
BUKAN HAL BARU
Diberitakan sebelumnya, isu hantu 'pocong terbang' di Jalan Tanah Kusir II diakui penggali kubur di TPU Tanah Kusir. Mereka mengaku sudah lama mendengar cerita itu dari mulut ke mulut warga sekitar.
"Kami sudah sering mendengar cerita itu. Bahkan, terasa bosan jika mendengar isu adanya pocong terbang setiap malam Selasa atau Jumat, "kata Heru, penggali kubur merangkap pedagang batu nisan, di Jalan Raya Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Senin (12/9).
Camat Kebayoran Lama, Budi Wibowo, maupun Lurah Kebayoran Lama Utara, Agus Riyadi, mengatakan, isu adanya pocong terbang hendaknya diambil segi positifnya saja di lingkungan warga sekitar. Warga bisa meningkatkan kegiatan ronda atau sistem keamanan lingkungan (siskamling).
"Kalau isu itu dibesarkan dan ditakutkan malah dikhawatirkan dimanfaatkan oknum yang ingin berbuat jahat melakukan tindak kejahatan di wilayah ini," kata camat, yang meminta seluruh warga di lingkungan sekitar TPU Tanah Kusir tetap meningkatkan siskamling

Selasa, 19 Maret 2013

Pocong Di Ruang Uks

Hari ini hari senin,seperti biasa sekolahku mengadakan upacara bendera. Namun celaka aku tidak membawa perlengkapan upacara,alhasil aku dihukum bersama kawanan lain yang sama sama tidak membawa peralatan upacara,aku di hukum untuk mengikuti upacara di tempat yang cukup panas.
Upacara dimulai,singkat crita upacara telah memasuki bagian pengibaran bendera merah putih,saat itu kakiku bergetar kencang seperti akan jatuh lalu kepalaku pusing dan akhirnya aku jatuh pingsan,aku dibawa ke UKS oleh petugas PMR,dan akupun sadar dari pingsan,petugas menyuruhku untuk tiduran dulu di UKS.
"adek tiduran dulu ya,kalo udah mendingan boleh ke kelas,ati ati ya."kata petugas PMR
"iya kak,makasih."
kataku.
Aku pun tiduran di UKS di sebelahku terdapat sebuah kotak obat,aku memandangi kotak itu lalu tiba tiba kotak itu tertutup oleh pocong. Aku kaget,keringat dingin ku mengucur deras,aku tak mampu bergerah sedikitpun,aku beranikan diri untuk berdoa,dan akhirnya pocong itu menghilang. Dan aku berteriak memanggil petugas PMR.
"Kaakaaaaaak,,tolong aku!!"kataku.
"ada apa dek?"tanya petugas PMR
"Ada pocong kak,di depan kotak obat."kataku ketakutan.
Petugas itu menoleh ke kotak obat,namun tidak ada apa.
"sudahlah , kamu tiduran lagi,mungkin hanya imajinasimu saja."kata PMR
"enggak aku mau ke kelas aja,aku takut!"kataku.
Lalu aku diantar keluar oleh petugas PMR,di depan UKS aku bertemu guru agamaku.aku ditanya oleh guruku.
"ada apa mbak?"kata guruku.
"ada pocong pak,di depan kotak obat."
"oh.kalo kamu di UKS ketemu sama pocong nggak usah heran,soalnya dulu di depan sekolah ini ada orang kecelakaan,trus dia dibawa ke UKS sekolah ini untuk pertolongan pertama,tapi sayang dia meninggak di UKS sekolah ini."ucap guruku.
Aku merinding mendengar cerita guruku,hingga sekarang aku tak pernah berani masuk UKS,dan aku telah berpesan pada petugas PMR ,bila aku pingsan sebaiknya ku dibawa kedalam perpustakaan saja.
Sekian.

Hantu Di Rumah Andi

Kisah ini sekitar awal juli 2006, waktu itu aq baru lulus SMK, masih dalam ke adaan nganggur maklum masih ingin merasakan bebas selepas UAN. Tepat malam jumat waktu aq lagi ngumpul di rumah teman yang kebetulan orang tuanya saat itu sedang keluar kota. Kami hanya ber4 yaitu aq, anto, ramli, dan andi sang pemilk rumah. Sekitar pukul 22:00 malam itu aq pamit pulang karena cuaca sudah mendung yg sebentar lagi akan turun hujan, namun Andi si pemilik rumah meminta agar aq tetap di sini. Jangan pulang dulu cuiy bentar lagi hujan, mending di sini aja kita bergadang sekalian temenin gw ucap Andi. Dan benar saja, belum sempat aq mengeluarkan kata hujan pun turun dengan deras. Oke lah gw di sini tapi gw ga mau bergadang, gw mau tidur aja, ucap aq sambil berjalan menuju sofa untuk segera merebahkan badan. Ya terserah ucap andi. Sementara Anto dan Ramli sedang asik ber2 main PS2. Tepat pukul 00:30 aq terbangun dari tidur begitu melihat ke arah tv aq lihat Ramli masih asik bermain PS sementara Andi dan Anto sudah tertidur di sebelah Ramli. Payah ni anak ber2 katanya mau bergadang ucap diri ku. Ahh lu sendiri aja pules di sofa, ucap Ramli sambil fokus maen PS. Aq langsung berdiri dan berjalan ke arah toilet yg melewati dapur. Pas di dapur aq melihat Bu Irma yg sedang berdiri posisi membelakangi aq seperti orang yg sedang mengiris sesuatu dan aq pun langsung menyapanya, belum tidur bu? Lagi buat apa nih? Kayanya mau masak-masak ya? Namun ga ada satupun kata yg keluar dari mulut bu irma. Dan aq melanjutkan langkah menuju toilet. Begitu keluar dari aq lihat bu irma masih persis posisinya saat aq lihat tadi. Aq terus berjalan menuju Ramli. Ram nyokap Andi ngapain malam2 bgini di dapur? Mau masak buat kita ya? Spontan Ramli langsung bengong menatap seperti orang ketakutan. Kenapa lu Ram? Tanya aq. Lu ngaco lu, si Andi kan sekarang lagi sendirian makanya kita ber3 di suruh nginep di sini sahut Ramli. Astaghfirullah gw lupa, iy ya kan ortunya lagi pada jawa tadi sore ucap aq dengan nada panik. Terus yg tadi gw liat di dapur siapa? Ramli seperti matanya ke arah dapur seperti melihat sesuatu. 

Selasa, 12 Maret 2013

Cerita Wagiran

CERITA berikut ini merupakan kisah nyata, yang diceritakan seseorang bernama Wagiran yang tinggal di Wates Jogyakarta kepada penulis. Cerita Wagiran sebagai berikut.

Saya seorang tukang poles gabah, yaitu gabah yang digiling menjadi beras. Tugasku menggangkat gabah-gabah itu ke penggilingan, kemudian hasilnya aku masukkan dalam karung-karung beras. Sebagai buruh gilingan, tentunya gajiku cukup untuk makan saja. Sementara istriku Yanti, hanya ibu rumah tangga. Kami dikaruniai anak laki-laki, dan aku beri nama Heri. Rasa lelah sehabis kerja seharian hilang, begitu melihat Heri anakku menyambutku sambil berlari-lari kecil. Tahun 1986, Heri genab berumur 3 tahun. Awalnya kehidupan rumah tangga kami biasa-biasa saja, tetapi satu tahun kemudian semuanya itu menjadi hancur berantakan. Yach, gajiku tak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, akhirnya istriku tak tahan hidup serba kekurangan. Dia lari dengan laki-laki lain yang kaya.

Memang aku tidak bisa menyalahkan istriku, hidup denganku sangat susah dan pahit. Setelah istriku dan anakku pergi hidupku bagai kapal tak bernahkoda. Sedih, hancur, tanpa harapan menghantui pikiranku. Hidup ini menjadi tidak ada gunanya. Akhirnya aku putuskan untuk mengakhiri hidupku dengan jalan bunuh diri. Malam itu aku mendatangi makam raja-raja Jawa di Girigondo (sebelah utara Pantai Glagah Indah, wilayah Kulon Progo Jogjakarta). Makam Giri Gondo berada di atas bukit yang sangat tinggi, makam itu sangat terkenal di daerahku. Untuk sampai ke makam Giri Gondo harus mendaki tangga yang berjumlah sangat banyak, memang beberapa orang mencoba menghitung tangga itu, tetapi hasilnya satu sama lain pasti berlainan.

Hari mulai gelap, tangga makam Giri Gondo aku tapaki satu demi satu. Harapanku setelah sampai puncak, aku akan melompat ke jurang sebelah utara makam. Kurang lebih jam 22.00 malam, aku sampai puncak makam, walau di atas gunung, makam raja-raja Jawa ini cukup luas. Suasananya bersih, tertata rapi. Raja-raja Jawa dimakamkan di dalam yang berpagar besi, sedang untuk para abdi dimakamkam masih di lokasi Giri Gondo akan tetapi tidak berpagar. Memamg di hari-hari libur makam ramai didatangi orang-orang yang akan berziarah. Salah satu batu nisan raja Jawa ada yang dilapisi emas murni. Mungkin ini menjadi daya tarik para peziarah yang berkunjung kemakam Giri Gondo.

Karena kelelahan, aku duduk bersandar di pintu masuk utama makam raja-raja. Kantuk begitu menyerangku, karena sudah tidak tahan, aku rebahkan tubuhku di antara kanan kiri batu nisan. Tiba-tiba aku terbangun, hawa dingin ditambah bau kamboja begitu menyengat hidung. Tak lama kemudian aku lihat burung pipit berlompatan di antara batu nisan, burung menghilang, aku lihat dengan sangat jelas orang berpakain putih melompat-lompat, aku coba dekati, ya itu pocong, benar, betul-betul pocong, dia berikat di atas kepala. Tak ada perasaan takut. “Aku kesini memang ingin mati,” pikirku.

Pundakku terasa dipegang seseorang, begitu aku tengok, kekek-kakek berjenggot panjang dan berwarna putih. Kakek itu bertanya kepadaku mengapa malam-malam begini di makam. Aku sampaikan bahwa akau mau bunuh diri, dengan alasannya aku ceritakan semua masalah yang menimpaku. Kakek itu mangatakan bahwa hidupku masih panjang dan itu harus dilanjutkan. Kakek berjenggot itu memeberikan selembar daun, dalam daun itu tertera angka-angka. “Kakek selama saya hidup, saya belum pernah membeli nomor, untuk makan saja susah, mana bisa beli nomor,” kataku. “Coba saja, apabila berhasil kamu harus menyembelih 36 ekor ayam, 3 ekor kambing dan 3 ekor sapi, semua itu harus kamu bagikan di penduduk sekitar makam,” kata kakek.

Aku diam dan kakek itu berjalan pergi. “Kek, rumah kakek dimana,” tanyaku. Dia menunjuk ke arah sebelah utara. Kemudian kakek itu menghilang bagai terbawa angin. Pagi harinya aku mencoba mencari rumah kakek tua itu, yang aku lihat sebatas pandangan mata, hanya jurang dan lembah yang menganga bersama hutan lebat. “Aneh mana ada rumah di tempat seperti itu,” gumanku.

Keinginanaku unyuk bunuh diri aku urungkan, petuah-petuah dari kakek berjenggot itu membuat aku punya semangat hidup lagi. Aku turuni tangga makam Giri Gondo satu demi satu, aku masih berpikir, dari mana mendapatkan uang untuk beli nomor SDSB ( Sumbangan Sosial Dana Berhadiah). SDSB waktu itu dilegalkan oleh pemerintah, yang menangani Departeman Sosial.

Satu-satunya harta milikku, hanyalah sebuah sepeda ontel, ya sepaeda ontel. Tanpa pikirr panjang, sepeda ontel aku jual dengan harga Rp 30.000, uang itu sudah banyak, dikarenakan tahun 1987 negara kita belum kena krisis moneter. Cepat-cepat aku beli kupon SDSB, tulisan angka-angka dalam daun masih terlihat dengan jelas.

Sambil menanti datangnya pengumumam undian SDSB, aku duduk-duduk di tepi sungai, tidak aku pikirkan, apakah nanti aku dapat undian atau tidak. Begitu pengumuman tiba, nomor SDSB yang aku beli keluar empat angka dengan tepat, bak disambar petir, gemetar seluruh tubuhku, “Aku mau jadi orang kaya,” teriakku.

Aku urus uang undian itu, dan yang aku dapat Rp 2 miliar. Seperti kata kakek, di Girigondo aku adakan selamatan dengan menyembelih 36 ayam, 3 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Aku tukarkan uang Rp 200 juta ke bank, kemudian uang itu aku bagikan pada warga Giri Gondo.

Setelah semuanya selesai, hidupku mulai tertata kembali, kubeli rumah yang ukuran besar, aku juga memulai bisnis jual beli motor. Masih juga punya usaha yang lain, semua itu yang menangani adikku. Kini rumahku sudah ada di beberapa tempat, secara materi aku tidak kekurangan. Istri dan anankku Heri kembali lagi, kini istriku ada 3 dengan masing-masing memegang usaha sendiri-sendiri. Aku sendiri punya 5 cabang penggilingan padi. Sementara aku bekerja kembali menjadi buruh, dimana aku dulu bekerja. Tetapi aku bekerja hanya sebagai hiburan, selakigus mengenang bahwa aku dulunya orang yang sangat miskin dan kini apa yang akan aku inginkan bisa aku dapat. Lambat laun usahaku berkembang dengan pesat, tiada kata yang aku ucapkan selain terima kasih kepada kakek berjenggot putih.

Rabu, 06 Maret 2013

Sundel Bolong

Waktu itu, tidak tahun kapan pastinya. tanggalnya dan jamnya. Empat tahun silam kira-kira saya lupa. Tapi tidak kejadiannya. Memang tak pernah saya tulis. Dalam diary atau komputer teman. Tapi hanya tersimpan dalam memory. Jika dimasukkan dalam katagori hari, itu masuk hari Jum'at.

Dan ketika Jogja yang tidak punya kos itu, saya kesana kemari. Kesana ke kos teman saya. Kemari juga ke kos teman saya lainnya. Itulah kenapa saya bilang kepada dirimu yang hendak mapir ke tempatmu wahai kawan :"e...iya kawan,  kosmu dimana? kapan aku maen kesana ya?"
Lalu saya menjawab:"Kosku yang terhitung baru 15 unit, kamu maunya yang didaerah mana?"
Masih ingat tatapanmu kala itu, wajahmu terlihat kaget bahkan hampir pingsan ketika mendengar saya mempunyai banyak kos-an.

Jum'at menjadi hari wajib untuk mendengarkan khutbah bagi saya sebagai seorang muslim. Karena itu saya selalu tinggal di kos yang dekat dengan tempat mendengarkan khotib. Karena itu, saya selalu pergi untuk berada di Condong Catur, yang memang masjidnya berada disamping kos-kosan tempat dimana saya akhirnya berada kala itu. Ada 6 kamar kos disana. 3 lawan 3 saling berhadapan.saya bisa tidur dimana saja. 

Malam Jum'at yang cerah. Jogja terbuat dari bintang-bintang yang enak dipandang kala itu. Dipandang oleh saya dan teman-teman saya dari dasar lantai kos.Hilang sudah aura mistismu wahai malam jum'at. Tengah malam yang katanya kau lebih angker, kami bahkan semakin ceria. Tak ada rasa seram-pun di bulu kuduk kami. Itu karena perputaran kartu domino yang sering dikocok oleh si Haji yang sudah penuh dengan coretan kopi di wajahnya. Sampai pagi. Sampai bintang menghilang dan diganti mentari. Sampai saya-pun tidur yang tidak ada gangguan mimpi.

"Aoommhh..." meski terasa santai saya terasa dibangunkan olehmu. Tapi tetap tidak tenang. Dan akhirnya makin tidak tenang. Itu jam sudah lebih 5 menit dari angka 12. Kenapa kalian wahai temanku,  tidak melambatkan jarum jam itu sehingga tetap dijam tujuh pertama kita memajamkan mata. Lihatlah sekarang! temanmu yang satu ini jadi terburu-buru. Tatapan malas dan lemas menuju ke arah mesjid dari balik garden jendela sambil jongkok dan menunduk.

Oh sebagian orang mulai berbondong-bondong berangkat menuju masjid. Itu mereka yang sedikit malas. Karena kalau yang rajin sudah dari jam setengah dua belasan. Dan yang rajin itu memang sudah ada tapi dalam sekala kecil. Sudah pada duduk di masjid. Mungkin dzikir. Mungkin juga ngantuk.

Malu-malu saya keluar perlahan-lahan. Menuju toilet di pinggir kiri kos. dekat dengan masjid pula. Untuk berwudlu. Saja. Tanpa mandi. Kenapa?karena takut guyuran airnya menggangu orang yang sedang dzkir.

Tidak. Tidak berangkat saya langsung ke mesjid. Karena tau saya kalau celana ini yang sedang dipakai adalah tidak sah menurut aturan syariah jika dipakai shalat. Dikampus dikos, ditrotoar, diangkot, dan dimotor teman yang jarang di cuci. Itu sudah tiga bulan belum saya cuci. Akibatnya, warna hitam jeans itu berubah setelah mendapatkan campuran warna cokelat dari debu-debu jalanan. Itu karenanya saya yakin jeans yang selama ini menemani saya kemana-mana sudah tidak suci lagi. Dan aturan mengharuskan saya untuk mensucikan dulu itu celana jika saya tetap ingin shalat dengan celana ini. Saya tidak mau berpikir shalat jum'at dengan celana basah. Maka dari itu, saya harus pinjam. Tapi orang yang punya kamar yang saya tiduri sudah berangkat. Maka saya langsung cari saja sarungnya, izin minjamnya nanti.

Ooh...sarung ternyata kamu ada di samping lemari. Tergeletak dibawah dengan lipatan yang tak jelas bentuknya.
"Untuk jadwal khatib kali ini...."
Ooh... suaramu wahai takmir mesjid ! lihatlah saya dibuat terburu-buru. Mengambilnya saya langsung ke sarung itu. Semakin terburu-buru juga saya melipatnya dengan lipatan yang nggak jelas juga diatas perut. Lalu berangkatlah dengan setengah berlari. Itu semua saya lakukan karena suaramu tadi wahai takmir mesjid !, akan mengakibatkan khotib berdiri lalu berkhutbah.

Ini saya sudah berada dihalaman mesjid, setelah kakinya melepas kedua sandal. Sudah banyak orang-orang duduk-duduk di halaman ini. Sepertinya banyak yang lebih nyaman diluar daripada harus di dalam mesjid. Padahal isi dalam mesjid masih ada yang banyak kosongnya. Tapi saya tidak. Untuk kali ini. Saya ingin sekali khusyu. Aminn. Sekalian biar bisa mendengar dan melihat dengan jelas sang khatib berkhutbah.

Ini saya yang kakinya sudah di dalam. Badan dan hatinya juga begitu. Saya ambil posisi di tengah ruangan mesjid, karena itu nampak masih kosong. Hanya ada segelintir orang disana. Tiga baris didepan sudah terisi begitu pula dua baris paling belakang.

Shalatlah saya. Itu yang dianjurkan ketika masuk mesjid. Namanya shalat tahiyyatulmasjid. Dua raka'at lamanya. Sendiri saya melakukannya di tengah masjid itu. Sepertinya orang lain sudah. Pelan-pelan saya melakukannya. Seperti khusyu sekali sepertinya. Mengangkat kedua tangan, membaca kalimat takbir dan menaruhnya diatas dada. Lalu turun ruku setelah membaca Al-fatihah dan surat An-nas.

Dari kepala sampai perut turun kebawah. Saya coba luruskan selurus-lurusnya sampai mencapai kira-kira 90 derajat. Kedua telapak tangan ditempel ketat di bagian lutut kana kiri. Ini dia; saya sedang ruku. Khusyu sekali rasanya.

Tapi, rasa khusyu itu tidak berjalan cukup lama. Sebentar, apalagi memang kalau ruku jarang ada yang lama. Bukan, ini bukan karena durasi ruku yang memang sedikit. Bahkan ini lebih cepat dari seharusnya.

Kala itu, tiba-tiba angin berhembus terasa lebih kencang dibanding sebelum ruku. Rasanya semakin menembus ke dalam. Semakin menembus, semakin dingin terasa. Buyar sudah kekhusyuan saya. Akhirnya, saya coba mencari tahu; kenapa ini bisa terjadi? kenapa pas ruku hembusannya makin kencang? dan setelah di rasa- rasa ternyata sumber angin datangnya dari belakang. Ya dari bagian pantat. Ohh tuhan adapakah dengan ini semua? Apakah ada angin topan?tornado?atau puting beliung?

Tidak, itu tidak mungkin, kalau betul terjadi, pasti orang-orang di mesjid bakal heboh. apalagi tornado,itu sepertinya hanya diperuntukan untuk Amerika. Debu-debu pasti akan banyak yang masuk jika ada puting beliung. Makanya saya yakin itu bukan.

Saya akhirnya kembali memikirikan rasa dingin ini. Semakin lama semakin dingin. Lumayan menusuk. Bahkan sampai bagian depan. Ada apa ini? Penasaran. Perlahan tangan saya bergerak kebelakang. Ternyata dia sedikit malu-malu. Untung ada kamu, dingin. Malu itu hilang meski sedikit.

Tangan saya mulai bergerak kebelakang. Sedang yang kiri tetap dalam posisi ruku. Bagian bokong yang mulai si kanan raba. Kanan berfirasat bagian inilah sumber dari kedinginan itu. Dari bagian atas si kanan memulai. Tidak ada yang aneh, sarung kusut dengan ganjelan celana dalam di dalamnya. Si kanan mulai penasaran. Apa sebenarnya yang terjadi? Turunlah dia kebagian bawah sedikit. Perlahan-lahan. Terus kebawah setelah memastikan bahwa bagian bokong tidak terjadi apa-apa. Ketika telapak si kanan perlahan-lahan kebawah, kira-kira 5 cm dari bagian bokong, si kanan terperosok.

Selasa, 05 Maret 2013

Kisah Hantu WeweGombel


Hantu wewe gombel adalah sesosok hantu perempuan dengan payudara yang sangat besar dan panjang.Cerita bagaimana dan awal mula wewe gombel tidak diketahui dengan jelas tapi dipercayai merupakan salah satu golongan dari bangsa jin.

Wewe gombel sangatlah menyukai anak kecil sehingga tak jarang di suatu kampung ada anak yang hilang secara mendadak dan ditenggarai diculik oleh wewe gombel.

Ketika wewe gombel akan menculik seorang anak maka dia akan berubah wujud menjadi seorang wanita yang sangat cantik sehingga anak tersebut tidak merasa takut padanya.Apabila anak tersebut berhasil terkena bujuk rayu wewe gombel maka dia akan langsung dibawa ke sarang dari wewe gombel tersebut.

 Dalam cerita yang berkembang di masyarakat sunda,sarang wewe gombel adalah di pohon kawung (aren) yang tinggi.Bila anak yang diculik tadi telah sampai di sarang wewe gombel maka dia akan disuruh untuk menyusu atau menetek ke wewe gombel yang menyamar menjadi wanita cantik tersebut dan jika dia menurut untuk menyusu kepada wewe gombel maka selamanya dia akan bersama wewe gombel karena telah diangkat menjadi anak.


 Selain itu,menurut beberapa kepercayaan.Apabila anda telah diangkat menjadi anak oleh wewe gombel tersebut maka anda akan diberi makanan kotoran manusia tapi tentu saja kelihatan oleh anda nya bukan kotoran manusia alias seperti makanan biasa namun pada hakikatnya makanan tersebut adalah kotoran manusia.Itu karena mata anda telah ditipu oleh wewe gombel dan satu lagi selama anda tinggal bersama wewe gombel,anda tidak akan memakai pakaian.Sebagai gantinya,tubuh anda akan dilumuri oleh lumpur.

Akan tetapi bila di tempat anda ada anak hilang secara tiba-tiba,misalnya sedang bermain di depan rumah namun tiba-tiba menghilang padahal anda mengawasinya kemungkinan besar anak tersebut diculik wewe gombel.Tapi jangan takut,karena katanya wewe gombel sangat tidak suka mendengar bunyi-bunyian dari alat dapur,seperti nyiru,bakul,tampir dll.Bisa juga menggunakan kentongan.

Jadi segeralah cari anak tersebut ke tempat yang dicurigai sebagai sarang wewe gombel lalu bunyikan alat-alat tadi sembari memanggil nama anak yang hilang tadi.Bila beruntung maka anak tersebut akan ketemu,biasanya disembunyikan diatas pohon kawung (aren) jadi ketika mancarinya sering-seringlah melihat ke atas.

Dan jangan heran bila setelah ditemukan,anak tersebut akan menjadi seperti orang yang hilang ingatan alias linglung karena itu adalah ulah dari wewe gombel.

Meski zaman sudah berubah namun kisah hantu wewe gombel yang menculik anak-anak masih kerap terdengar di beberapa daerah.

Kuyang Kalimantan


Kuyang adalah manusia yang sedang menimba ilmu hitam demi kehidupan yang abadi,kuyang hingga saat ini terkenal di masyarakat kalimantan sehingga saya pun memberi judul artikel ini kuyang kalimantan.

Sosok kuyang tidak jauh beda dengan hantu kepala namun kuyang tidak hanya berbentuk kepala melainkan kepala yang dapat terbang dengan isi perut yang terburai.Sebagian besar yang mendalami ilmu hitam ini adalah wanita.Konon seseorang yang menimba ilmu kuyang,pada siang hari akan tampak layaknya manusia biasa akan tetapi selalu memakai penutup leher untuk menutupi semacam bekas operasi karena katanya pada malam hari,kepalanya akan terlepas dari tubuhnya.

Kuyang sangat gemar memakan janin dari ibu yang sedang hamil atau pun baru melahirkan,ini disebabkan karena menurut kepercayaan dengan memakan janin tersebut,kekuatan kuyang akan semakin kuat.Dalam mencari mangsanya yaitu ibu hamil,kuyang akan berubah menjadi wanita biasa dan menemui calon mangsanya.Kemudian kuyang akan mengelus-ngelus perut dari ibu hamil tersebut dan besoknya janin yang dikandung akan hilang secara mendadak karena pada malam harinya telah dimakan oleh kuyang.Selain itu,kuyang bisa berubah menjadi burung atau kucing.


Bila saat ini anda tinggal di kalimantan dan sedang dalam keadaan hamil maka siapkanlah sapu ijuk,atau perabot rumah tangga seperti panci atau wajan,ini berfungsi sebagai penangkal kuyang.Karena katanya,kuyang takut terhadap benda-benda tadi.

Kalau anda sedang tidak beruntung alias didatangi kuyang,pukulkan benda-benda tadi ke kuyang dan kuyang pun akan segera pergi menjauhi anda.

Beruntunglah jika anda tidak tinggal di kalimantan karena anda bebas dari gangguan kuyang kalimantan.Berikut ada video kuyang yang konon tertangkap warga dan dimasukan ke dalam tubuh seekor anjing namun saya tidak bisa memastikan ini betul atau hoax.

Hantu Muka Rata


Hantu muka rata adalah hantu yang tidak memiliki wajah alias rata seperti papan.Penampakan hantu ini seringkali dimulai dari adanya pedagang sate di malam hari,pedagang sate ini biasanya jarang sekali berbicara dalam melayani pelanggannya dan ketika akan membayar maka pedagang sate tersebut akan berubah menjadi hantu yang tidak memiliki mata,hidung,mulut maupun alis.

Mungkin di berbagai daerah sebutan terhadap hantu muka rata berbeda-beda.Di masyarakat sunda,hantu ini disebut dengan namaaden-aden.Kemunculan hantu aden-aden di dalam kepercayaan masyarakat sunda adalah di saat sore dan sedang hujan rintik-rintik.Aden-aden berpenampilan layaknya petani atau pekebun yaitu memakai dudukuy (topi dari anyaman bambu) dan memakai pakaian pangsi yang berwarna serba hitam.

Hantu ini relatif tidak mengganggu dan mencelakakan karena biasanya dalam setiap penampakan hantu muka rata.Hantu ini hanya menakuti orang-orang yang dijumpainya dengan menampakan wajahnya yang rata.

(Ilustrasi)

Ada sebuah kisah misteri tentang hantu muka rata yang pernah dialami oleh teman saya namun saya tidak akan menceritakannya pada kesempatan ini.Karena artikel ini dimasukan ke dalam kategori mahluk ghaib jadi ini hanya perkenalan mengenai hantu-hantu yang ada di indonesia dan bagaimana rupa mereka.Untuk kisah misteri tentang hantu-hantu yang pernah dibahas akan segera di publish di kategori kisah misteri.Mohon untuk bersabar dalam menunggu artikel mengenai kisah misteri dan kisah nyata pertemuan dengan hantu.

Setan Merah


Nih,gw ada cerita dari kakek gw dari pacitan. Dulu waktu masih muda, kakek gw diundang orang hajatan di desa tetangga habis magrib. Untuk bisa sampe ke sana, harus nyebrang sungai. perjalanan berangkat sih aman-aman aja. Tapii, pas balik cerita serunya baru mulai.
begitu doi mau nyebrang sungai ke desanya, perasaannya udah gak enak. Soalnya doi sendirian dan jireh (penakut gitu). Begitu liat ke samping, eh bener gak begitu jauh ada orang lagi mau nyebrang juga. Jadi tenang deh. langsung aja doi nyebrang. Dan orang itu juga ikut nyebrang.
Emang dasarnya lagi apes tuh kakek gw, dia liat lagi ke belakang, ternyata orang itu berjalan di atas air dan warna tubuhnya tuh merah bo. Langsung aja kakek gw cabut sambil jatuh bangun di sungai (kayak lagu dangdut)dan tereak-tereak. Untung aja rumahnya kagak jauh dari sungai. Heboh dah tuh satu dusun di situ gara-gara kakek gw.
Gak berapa lama, ada orang lain yang ngeliat makhluk itu, dia bilang makhluk itu sembunyi ditumpukan kayu rumah salah seorang penduduk. Kemudian oleh ustad setempat, di datenginlah tempat persembunyian makhluk tersebut, gak berapa lama makhluk itu kabur ke bukit. ya udah deh di biarin aja sama sang ustad.
Dan beberapa tahun yang lalu, ada penduduk yang ngeliat makhluk tersebut turun ke sungai (mau mandi kali)cuma keadaannya udah beda. udah terlihat tua.

Penunggu Hutan Setan


asalamualaikum wr.wb
langsungaja ya Sob

Dulu waktu gw masih kecil di Pacitan, banyak banget tuh tempat larangannya. Salah satunya adalah alas ngrasyitan (hutan setan, serem banget namanya). Hutan itu kagak boleh ditebang atau nyawa sebagai gantinya, gitu katanya. Penduduk setempat banyak yang tau.

Tapi, ada tetangga belakang rumah nenek gw yang rupanya kagak tau atau mungkin gak percaya. Dia nyari kayu di hutan itu dan katanya dia nebang pohon di wilayah itu. Ya udah deh, gak berapa lama, hebohlah satu kampung karena ada orang yang meninggal. Dan yang meninggal ternyata istrinya orang yang nebang pohon itu. Dan setelah itu, rumahnya dibiarkan kosong.

Beberapa hari kemudian, suasana kampung tiap mau magrib sunyi senyap. Orang-orang pada takut keluar soalnya di jam-jam segitu, ada suara orang nangis yang jalan dari arah alas ngrasyitan ke rumah orang yang meninggal itu. Suara tangisnya hilang begitu sampe rumah tersebut. Terus terdengar suara bersih-bersih rumah kayak orang nyapu. Kemudian suara itu memanggil satu-persatu tetangganya termasuk nenek gw. nenek gw ngajak ngambil air ke sungai. Beugh, serem banget ngedengernya.
Untung aja nenek gw orangnya pemberani, dibilangnya dari dalem rumah ke si memedi suruh ambil sendiri soalnya nenek gw udah ngambil air duluan. Terus si memedinya bilang ya udah gak apa(sambil ketawa), dia sendiri yang ke sungai. Habis itu, dirumah kosong itu terdenger suara air diguyur ke bak. habis itu terdengar suara orang nyanyi-nyanyi sambil ngeberesin rumah. Menjelang subuh, terdengar lagi suara orang nangis jalan pulang kembali ke arah alas ngrasyitan. Siangnya, pas di cek, rumah itu ternyata tetap dalam keadaan kotor dan tak terawat. Bak yang biasa diisi air sama memedi itu tetap kosong.
Kejadian itu berlangsung selama beberapa hari setiap malam, hingga akhirnya penduduk setempat memutuskan membongkar rumah tersebut. habis itu udah kagak ada lagi deh suara memedi tersebut.

Senin, 04 Maret 2013

Kisah Mistis Makam Dari Mambar


Makam ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Terletak di Mabar, KM 9,2, tak jauh dari jalan raya, Medan-Belawan. Dengan memasuki sebuah lorong kecil, kira-kira berjarak seratus meter, tampaklah sebuah makam yang sangat unik. Yang memiliki nisan yang berarsitektur kuno.
Menurut sumber yang di dapat olehwww.metrogaib.com, makam tersebut, adalah sebuah makam dari seorang pengembara. Beliau berasal dari ujung Sumatera, Nangroe Aceh Darussalam.
Masyarakat sekitar makam, tak ada yang mengetahui dengan pasti, nama dari orang yang disemayamkan dimakam itu. "Namanya aku tak tahu. tapi setahu aku, yang dikuburkan di situ, seorang yang datang dari Aceh," ujar seorang warga yang tak ingin namanya dikorankan.
Dengan dilindungi sebuah pohon yang rimbun, makampun terlihat sejuk. Sinar mentari pun, tak tembus ke makam itu. Dengan nisan yang berbeda, dari makam-makam yang sering kita lihat, makam ini juga, memiliki cerita mistis.
Cerita mistis yang ada, antara lain adalah, penghuni makam yang sering menampakkan wujudnya. Dan di sisi makam, terdapat sebuah lobang, menurut warga setempat, lobang tersebut dihuni seekor ular siluman.
Walau tak berapa indah, namun makam ini tampak terlihat bersih. Jika ada yang mengotori makam ini, akan mendapatkan ganjaran. Berupa sebuah penyakit. Dan penyakit ini, tak mudah di obati.
Seperti penuturan seorang nenek, yang telah bertahun-tahun tinggal di tempat itu.
"Sekitar tahun delapan puluhan, masyarakat yang berdomisili di kawasan ini, selalu mematuhi peraturan, yaitu tak ada yang berani, mengotori makam yang bisa dibilang keramat," ucap nenek yang biasa dipanggil nek Ijah.
Bagi yang melanggar larangan tersebut, pasti akan terkena musibah. Musibah yang datangpun, dapat menulat ke orang lain, atau orang yang terdekat. "Tak hanya yang mengotori saja yang kena, bisa juga keluarganya ikut kena penyakit," tambah Nek Ijah, yang tambah semangat bercerita.
Biasanya, Sakit yang diderita, susah untuk mendapatkan obatnya. Karena sakit tersebut, datang dari hal yang ghaib. "Penghuninya adalah makhluk gaib, dan hanya ingin sekitar tempatnya terlihat bersih," ujar nek Ijah.
Tak hanya orang lain, anak nek Ijah pun, pernah mengalami sakit. Sakit tersebut datang, setelah anaknya membuang sampah ke makam. Sebenarnya, anak nek Ijah tak sengaja membuang sampah.
Saat itu, ia sedang menyapu rumahnya. Dan tanpa sadar, sampahnya di buang ke arah makam. Keesokan harinya, anak Nek Ijah, mengalami sakit panas tinggi. Dan mengerang-ngerang seperti orang kemasukan.
Mengetahui sakit yang dialami anaknya, nek Ijah bertanya, "Apa yang engkau lakukan semalam," ucap nek Ijah kepada anaknya. "Mungkin karena sembarangan buang sampah mak. Tanpa sengaja, aku buang sampah ke kuburan itu," jawabnya.
Nek Ijah pun, menyiapkan sesajen untuk permintaan maaf. Dengan sedikit ritual, Nek Ijah meminta maaf atas apa yang diperbuat anaknya. Yang ditujukan kepada penghuni makam tersebut. Dan meminta kesembuhan anaknya, dari penyakit yang dideritanya. Dan sesajen yang telah tersedia, diletakkan di atas makam.
Kelang satu hari, keadaan anak nek Ijah, semakin membaik. Dan panas tinggi, yang dideritanya juga sudah menurun. Sejak saat itulah, nek Ijah memperingati keluarganya, agar tidak mengotori makam tersebut.
Bertemu Dua Orang Berpakaian Kerajaan Melayu
Jali yang tinggal tepat di samping makam, bercerita kalau ia sering didatangi dua orang, dengan berpakaian kerajaan Melayu.
Dua makhluk gaib yang sering mendatangi Jali, datang dengan wujud laki-laki dan wanita. Jali juga sering bermimpi dengan kedua orang makhluk halus tersebut. Dan yang paling mengejutkan Jali adalah, kedua makhluk halus dengan wujud manusia, datang dan pergi dari makam yang ada di samping rumahnya.
"Saat pertama aku didatangi oleh kedua orang itu, aku sungguh terperanjat, dan terdiam, sambil terus memandangi kedua orang itu. Hanya beberapa detik saja, berlalu meninggalkanku," ucap Jali yang seakan tak percaya.
Keesokan harinya, kedua makhluk gaib itu, masih mendatangi Jali, setelah itu pergi lagi. Karena penasaran, Jali mengikuti kedua makhluk tersebut. Tak disangka oleh Jali sebelumnya, ternyata mereka berdua, hilang ditengah makam
Kelang dua hari berikutnya, Jali yang sedang tertidur, terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara ribut-ribut dari dapurnya. Suara yang berasal dari dapurnya itu, seperti suara sendok yang berlaga dengan piring.
Ingin mengetahui apa yang terjadi di dapur rumahnya, Jali segera bangkit dari peraduannya. Dengan perlahan, ia melangkahkan kaki menuju dapur. Dan setelah tahu apa yang dilihatnya, darah Jali berdesir seketika.
"Aku terkejut sekali, apa yang kulihat seperti mimpi. Aku melihat dua orang sedang asyik menyantap makanan," ujar Jali, yang melihat dua orang, yang mendatanginya sebelumnya.
Jali yang tak berani mendatangi kedua makhluk tersebut, hanya mengintip dari kain pintu saja. Seakan tak mengetahui, kalau ada manusia yang mengintip, Kedua makhluk tersebut, masih tetap menyantap makanan Jali.
Setelah menyantap makanan tersebut, sepasang makhluk gaibn itu, memandang kearah pintu, dimana tempat Jali mengintip. Sepasang makhluk gaib itu tersenyum dan pergi, dengan menembus dinding dapur yang terbuat dari kayu.
Karena seringnya, didatangi makhluk halus, yang berpakaian kerajaan Melayu, akhirnya Jali mendatangi seorang paranormal. Dan menceritakan kejadian aneh yang telah dialaminya.
Menurut keterangan dari Paranormal tersebut, sepasang makhluk gaib yang sering di jumpai jali, adalah jelmaan dari penunggu makam. Yang dapat merubah bentuk atau wujudnya.
"Jangan khawatir, makhluk itu tak akan mengganggu, selagi masyarakat disini, tidak merusak tempatnya, makam keramat," ucap Jali, menirukan apa yang dikatakan paranormal yang ditanyai.
Setelah konsultasi dengan Paranormal tersebut, hati Jali pun menjadi sedikit lega. Walaupun masih sering didatangi, Jali menganggapnya hal yang biasa. Hingga lama kelamaan, sudah jarang terlihat, sepasang makhluk yang sering mendatangi Jali.
"Kalau sekarang, mereka sudah jarang mendatangiku," ujar Jali mengakhiri kisahnya, tentang penampakan yang pernah ia lihat. Tak hanya Jali yang mengalami kisah aneh, seorang tetangganya juga punya cerita, tentang makam misterius yang menjadi keramat.
Ular Siluman Penunggu Makam
Kisah ini, diceritakan oleh Iwan, seorang warga Mabar, yang tinggal tak jauh dari makam tersebut. Kala itu, Iwan sedang tak enak badan. jadi, iwan pun terpaksa minta cuti, tak masuk kerja. "Kalau dipaksa, takut nanti aku tak sanggup," ujar Iwan, yang bekerja disalah satu Pabrik di Kawasan Industri Medan.
Pukul dua siang, Iwan bangkit dari tempat tidurnya. Dan memanggil Leli, Istrinya. "Tolong buatkan aku kopi," ujar Iwan kepada Leli. Karena tak ada air panas, Leli beranjak ke dapur, untuk memasak air.
Setelah air untuk dimasak tersedia, Leli pun menuju kompor. Naamun, alangkah terkejutnya Leli saat ingin meletakkan baskom isi air ke kompor. Tepat diatas kompor, telah melingkar sebuah ular, yang berukuran tak begitu besar. Kira-kira sebesar pergelangan tangan anak bayi.
Karena terkejut, Leli menjerit. Dan berlari kesuaminya. "Ada ular bang, di atas kompor," jerit Leli kepada Iwan. Mendengar jeritan Leli, Iwan mengambil sapu ijuk. Dengan perlahan mengangkat ular tersebut.
Entah mengapa, ular itu tak bisa terangkat. Karena kesal, Iwan menghantamkan sapu ijuk, ke badan ular itu. "mungkin karena terlalu kuat, ular itu bangkit dan menyerangku," ucap Iwan.
Saat ular tersebut menyerang, Iwan dengan sigap, mengayunkan sapunya. Dan terjadilah keanehan diluar akal manusia, ular tersebut lengket diasbes rumahnya. Iwan pun seakan tak percaya.
Dengan segera, Iwan berlari ke rumah Tok Onde. Karena Tok Onde, salah satu warga yang telah lama menetap di kawasan itu. Iwan pun mengajak tok Onde ke rumahnya.
Sementara di dalam rumah Iwan, adiknya yang bernama Budi, sedang berusaha menjolok Ular yang ada di asbes. Dan usahanya berhasil, ular tersebut jatuh ke lantai.
Tak lama kemudian tibalah Iwan bersama Tok Onde. "Jangan ada yang menyentuh ular itu," ucap Tok Onde. Dengan mulut yang bergerak-gerak, Tok Onde menengadahkan tangannya.
Secara tiba-tiba, ular tersebut kembali menggulungkan badannya. Namun masih berada di dalam ruang dapur Iwan. Lalu Tok Onde menyuruh Iwan, untuk mengambil beras kuning, garam, dan kembang tujuh rupa.
Setelah apa yang diminta Tok Onde tersedia, dengan membaca doa-doa, Tok Onde menyiramkannya ke arah ular tersebut. Tak berapa lama, ular tersebut berjalan perlahan, menuju liang yang ada disamping makam.
Menurut Tok Onde, ular tersebut, adalah penghuni makam yang keramat itu. Dan itu adalah ular siluman. Yang juga bisa merubah-ubah bentuk. "Ular tersebut, sekaligus menjaga kampung kita ini," ucap tok Onde kepada Iwan.
Esoknya, keanehan pun terjadi. Budi yang baru bangun dari tidurnya, tak bisa menggerakkan kepala. Kepala Budi, teleng di sebelah kanan. Budi pun dibawa ke seorang paranormal. Dan paranormal itu pun, menyembuhkan derita Budi.
Dengan terawangan yang dilakukan paranormal tersebut, diketahui, Budi terkena penyakit akibat kesalahan yang dilakukannya. Yaitu, dengan sembarangan memukul ular siluman.
Itulah kisah mistis yang ada di makam yang terletak di KM. 9,2 Mabar. Makam tersebut, dihuni oleh makhluk halus yang dapat merubah bentuk. "Dulu, ada juga wartawan yang datang kemari, kemudian dia mengambil gambar kuburan ini. sayangnya, setelah dicuci cetak, hanya lembaran kosong yang tampak," ujar Iwan.

Hantu Kepala Buntung

pngalamn pribadi
gw N anak2 genk
langsung aja ya
waktu itu gw sama ke-4 anak genk gw mau balap liar,ke betulan gue N anak2 genk maen nya di jalur utara,baru aja mau ngegas,ehh..ada kabar,anak2 yang maen di jalur selatan lagi pada rusuh ywdh anak2 yang di jalur utara pada ke jalur selatan pada misahin,langsung aja gw ngomong ke ketua geng(anwar)kata si anwar dia N anak geng nya gak terima karena temen nya di kroyokin cuma gara2 gak bisa bayar kalah taruhan,ada salah 1 geng yang ngasih tau ke anwar kata nya si leo di gebukin sampe kepala nya putus,pas di kasih tau makam nya bener di situ ada kepala nya si leo tanpa badan(sambil emosi si anwar&anak2 geng nya langsung nyamperin tu geng yang buat si leo begitu)setelah kejadian itu di jalur selatan mulai muncul kejadian2 aneh seperti yang di alamin gw N anak2,waktu itu gw lagi nobar ehh dari kejauhan ada cahaya lampu dia gember2 di depan genk gw ywdh gw langsung nyamperin tuch orang di malah kabur ywdh gue balik lagi minta di dekingin ega ntar tkt nya dia mancing gw,ywdh gw kejar sama si ega sampai jalur selatan di situ dia berhenti(semua baju nya hitam helm nya pun hitam)langsung gw tanyain tuch orang.
gw:we llo tadi ngapain gember2 di depan gw?
orang berjubah hitam:suka2
gw:jgn suka gaya llo di depan gw,klo llo sekali lagi kaya gi2 gw belah kepala lu
orang berjubah hitam:kebetulan gw pengen nanya(sambil ketawa)
gw:nanya apa?
orang berjubah hitam:mas mas liat kepala saya engak(sambil di buka helm nya)
gw N ega:astagfirullahaladzim kepala nya gak ada(nyalain motor ga langsung kabur)
gw N ega balik sambil ngelewatin anak2
gw:we pada bubar balik d jalur selatan ada kepala buntung,
setelah kejadian itu gak ada yang berani lagi nongkrong di malem senin.
kata warga setempat yang ada di jalur selatan setiap malem senin ada suara orang minta tolong kaya orang yang lagi di gebukin

Istana Di Dalam Villa




ceritanya gini gan dulu waktu masih SMA ane anggota OSIS gan kebetulan waktu itu ane baru naik kelas XI SMA jadi ane nglantik anak-anak MOPD gitu.Waktu itu hari sabtu tahun ajaran 2008-2009 acaranya di laksanakan di sebuah vila di Bogor tepatnya daerah Tenjolaya.

Tempatnya enak banget gan sejuk damai tenang jauh dari kebisingan kendaraan dan polusi masih asri di tambah lagi pemandangan tengah sawah yang membentang pohon-pohon padi yang memanjakan mata cocok banget dech buat menenangkan diri.Lanjut ke vila,,,,,,,Bangunanya ga seperti vila-vila biasanya posisi vilanya pun unik ada 3 bangunan.Bangunan pertama yang kita jumpai berada di bawah jauh dari 2 bangunan lainnya sementara 2 bangunan lagi berdempetan.Akhirnya panitia mutusin buat pake Bangunan yang dempet karna yang satu kejauhan jadi takut peserta tidak terkontrol.

Di hari pertama acara demi acara berjalan lancar tanpa hambatan, tibalah tengah malam saat semua peserta sudah terlelap tidur sekitar jam 01.00.Panitia masih berjaga berkeliling-keliling vila ane sich udah cape jadi berjaga di depan kamar peserta sama 2 cowo 3 cewe temen ane sambil gitar-gitaran nyanyi-nyanyi.Tiba-tiba 3 temen ane fitra (cowo),Rudi (cowo) ,Lia (cewe) yang habis keliling datang langsung duduk dan terdiam tanpa kata.

spontan ane nanya kenapa sich kok pada diem aja kalau udah pada ngantuk tidur aja ??? (ucap ane),,,,,,,fitra dan rudi mulai membuka pembicaraan mereka bilang melihat orang tanpa kepala di bangunan yang tepisah di bawah.Di tengah pembicaraan temen ane lia teriak-teriak nyuruh kami pergi,,,,,terus teriak teriak nyuruh kami pergi,,,,,,,tiba-tiba pingsan,,,,kami membawa dia ke ruang panitia di situ dia ternyata kerasukan penunggu vila yang tidak suka dengan kehadiran kami di sana yang membuat dia dan penghuninya merasa terganggu,,,,,,,,sambil menunggu lia di sadarkan ane sama 2 temen cewe ane (Taty dan Irma) duduk-duduk di depan kamar,,,,,,,,di atas pintu kamar ada lukisan abstrak yang sepintas gak jelas gambar apa,,,,,,,tapi 2 temen cewe ane merhatiin aja tuch lukisan,,,,,,,sampai dua-duanya kaget liat gambar yang ada di lukisan bisa gerak mereka bilang itu lukisan gambar cewe tapi matanya dari tadi liatin kita terus.Gak lama kemudian mereka gak sadar secara bersamaan.

Tapi si lia aneh teriak teriak mau ikut mau jadi putri.Gak tau maksudnya apa.Jam 3 pagi mereka baru bisa di sadarkan. Belum sempet tidur ane dan panitia yang lain sudah harus menyiapkan segala-sesuatunya untuk acara di hari kedua.Mulai dari siapin sarapan dan acara-acara lainnya untuk mengisi acara pentutupan tersebut.

Minggu paginya saat semua sedang sarapan lagi-lagi Lia kesurupan dan acara yang sudah tersusun dengan sedemikian rupa akhirnya di batalkan dan para guru memutuskan menutup acara MOPD dan pulang untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Tak usai sampai di situ,,,,,,,,,

Hari senin hari pertama peserta MOPD menjadi siswa di sekolah……….Lia, Taty, dan Irma tidak hadir di sekolah tanpa kabar dan berita…….. pulang sekolah ane sama petugas kelas cari informasi ke rumah mereka………ternyata mereka seperti orang yang ga sadar atau memang tidak sadar.Mereka bertiga di tempat yang berbeda dalam keadaan yang sama lemas dan cuma bengong dengan tatapan kosong.

Kami pun gak tinggal diam kami melapor kepada Pembina OSIS di sekolah kalau keadaan mereka seperti itu. Pembina OSIS kami pun berkonsultasi dengan Guru agama di sekolah kami.Lalu di lakukanlah penerawangan gaib.

Dari hasil penerawangan itu ternyata vila tersebut adalah sebuah kerajaan JIN yang istananya sangat megah dan penguasa kerajaan JIN tersebut menjadikan Lia seorang putri kerajaan sementara Taty dan Irma di jadikan dayang-dayangnya.

Dengan ilmu yang ane juga ga faham Guru ane menjemput jiwa ke tiga temen ane yang masih nyangkut di vila alias Istana Kerajaan JIN itu.

Tapi setelah kejadian itu Lia jadi bisa liat makhluk halus bahkan bisa komunikasi dengan makhluk tak kasat mata.

Minggu, 03 Maret 2013

Ajal Penyabung Ayam

Hy sobat ,aku punya cerita dari temenku rohmad, yang lumayan seram menurutku dan sangat seram untuk yang mengalami langsung,kita langsung ke cerita

rohmad ini punya tetangga yang terdiri dari suami istri yang keduanya berprofesi sebagai guru sekolah SD,panggil saja pak yadi dan bu yadi.tapi pak yadi sudah berhenti mengajar sejak tahun 2004.
kejadian ini terjadi tahun 2005 lalu,saat bu yadi berangkat mengajar, di perjalanan menuju ke sekolah bu yadi mendapat musibah,beliau tertabrak bis yang melaju kencang saat mau menyebrang dengan motornya,helmnya terlepas kepalanya menghantam trotoar dan beliau langsung tewas di tempat.

singkat cerita,saat jenazahnya di mandikan dari kupingnya terus mengeluarkan darah yang gak berhenti2,walaupun sudah di kasih kapas darahnya tetap mengalir hingga saat di kafani masih juga mengalir darah dari kupingnya,sampai2 kain kafannya di ganti karna terlalu banyak terkena noda darah.
entah ini ide benar atau salah,sebelum di bungkus kain kafan, mudin membungkus jenazah itu dengan plastik terlebih dahulu dari ujung kepala sampai perut.akhirnya proses pemakaman selesai.

Malam pun tiba,tidak biasanya hawa di rumah rohmad begitu sangat panas,padahal musim hujan sob,jam juga sudah menunjukan pukul 11 malam, yang biasanya jam segitu udaranya sangat dingin walaupun ngumpet di bawah selimut dinginnya tetap terasa,akhirnya rohmad mutusin untuk tidur di ruang tengah dan ngidupin kipas angin,gk berapa lama rohmad di susul bapaknya yang juga kepanasan tidur di dalam kamar,sementara ibu dan adeknya tetep didalam kamar.
Saat rohmad sudah terlelap dia ngerasa ada yang megang2 jempol kakinya,karna berlangsung lama dia nyoba membuka matanya yang hanya 5 wat,saat di lihat ternyata ada pocong bu yadi yang duduk di samping rohmad,saking kageetnya mata yang tadinya hanya melek setengah langsung melotot,ngantuknya juga hilang serasa habis nenggak kopi panas satu drum, rohmad sampe mandi keringat padahal udaranya sudah berubah menjadi dingin.pocong bu yadi ngomong “mad tolog bukain plastiknya mad,aku kepanasan”.
Sebenernya rohmad tu penakut tapi dia nyoba jawab tu omngan pocong ,”aku gak bisa nolong,minta tolong aja sama suamimu,cepetan pergi jangan ganggu aku lagi”.rohmad ngomong sambil merem dan berharap tu pocong bakalan pergi saat dia membuka mata kayak di film film.”walah kok ya masih duduk anteng di situ belum pergi” ucapnya saat dia membuka mata dan pocongnya juga belum pergi.karna dia sudah gak kuat tapi gak bisa pingsan,dia jambak tuh kumis bapaknya sampe bapaknya bangun.ini bpaknya lihat pocong bukannya ngusir malah meluk sirohmad karna ketakutan,jadinya ya peluk2kan kayak teletubis,mungkin tu pocong jijik lihat keakrapan mereka berdua akhirnya ngilang2 sendiri.

Ternyata gk cuma rumah rohmad yang di datengin pocong bu yadihampir satu RT juga di datengin,akhirnya pada ngadu ke rumah kiyai setempat,kata rohmad kiyainya cuma bilang “gk papa,itu cuma jin nyari sensasi,nanti setelah 7 hari juga berhenti,kita berdoa aja untuk ketenangan arwah bu yadi”.

Di atas adalah kisah bu yadi,dan sekarang kisah pak yadi.

Setelah istrinya meninggal, pak yadi punya hobi baru sob yaitu nyabung ayam dan mabuk2kan,dia gk pernah kerja tapi duitnya banyak karna selalu menang taruhan,dia gak punya anak jadi hari2nya di isi dengan mabuk,judi,sama nyabung ayam.dia gk pernah berhenti walaupun dia sakit,padahal dia terkena penyakit aneh,kulitnya keriput kayak kulit yang ada di kaki ayam.kalo sudah tanda2nya begitu mustinya tobat ya,tapi dia tidak,malah makin menggila,dia berhenti saat sakitnya makin parah.dia gak bisa jalan cuma bisa gulung2 lebay kayak ayam yang lagi di sembelih,mulutnya ngluarin banyak liur badannya juga ngluarin bau yang tidak sedap(hidung gak bisa bohong),
saat sakarotul maut lebih parah s0b,asli tingkahnya kayak ayam yang lagi sekarat saat kalah bertarung,semua barang yang ada di kamarnya rusak di tabrakin karna dia muter2 gulung2 nabrak2,saudaranya hanya bisa melihat dari pintu kamar karna takut ketendang atau ketabrak.atraksi yang terakhir,dia nyrudukin kepalanya ke lemari kayu sampe tembus,nah ini perlu di garis bawah,[u]matinya kepalanya nyungsep[/u],jangan tiru adegan ini dah,BERBAHAYA.

Proses pemakamannya juga gak kalah heboh,hari pemakamannya di guyur hujan gede,kilat nyambar2 pohön,liang lahatnya banjir sampe harus di kuras dulu,jenazahnya langsung dikuburin walau masih ada air di liang kuburnya,mungkin yang ada dipikiran pak kiyai waktu itu “bodo amat”,gimana enggak, air udah di kuras 3 orang masih aja nyumber terus, dan di tambah air hujan.

Tapi pak yadi baik sob,soalnya kagak gentayangan gangguin warga kayak istrinya.ya mungkin di kuburan lagi sibuk sama siksaannya.

Nah itulah cerita dari temenku,semoga bermanfaat dan bisa di jadikan pelajaran.
sobat reonion yang masih suka adu adu hewan cepetan tobat dah,mumpung belum terlambat.

Sekian dari saya,jika ada kesalahan silahkan tulis kritik di kotak komentar biar besok kalo nulis aku perbaiki.

Pengalaman BudiCreed

Postman: BudiCreed
LIKE SEBELUM BACA

Hai….salam kenal……ini pertama kali aku menulis disini jadi jika ada yang masih kurang berkenan mohon dimaklumi ya…….

Kisah ini bermula saat aku menjadi siswa baru di sebuah SMU di sebuah kota kecil di selatan jawa timur. Saat itu masih umum diadakan MOS (Masa Orientasi Siswa) setiap penerimaan siswa baru di awal tahun ajaran. Hari terakhir MOS jatuh pada hari Sabtu, akan diadakan kegiatan PERSAMI. Pagi itu semua siswa baru dan juga para pembina dan panitia sudah siap di sekolah. Untuk acara pagi sampai siang akan diisi dengan kegiatan di kelas, Untuk kegiatan siang sampai sore diisi dengan kegiatan kepramukaan dan juga kegiatan baris-berbaris, sedangkan sore sampai malam akan ada kegiatan malam inagurasi dan api unggun. Saat berlangsung kegiatan dari pagi sampai siang hari tidak ada masalah yang berarti yang menggangguku (aku kebetulan memiliki bakat untuk melihat makhluk yang tak semua orang bisa melihatnya, kata orangtuaku sih itu bakat yang sudah turun-temurun dalam keluarga). Tapi saat menjelang magrib suasananya mulai berubah (menurutku sendiri……karena aku mulai melihat kelebatan bayangan-bayangan…). Aku mulai lebih berhati-hati karena khawatir mereka mengganggu. Ketika acara istirahat sholat dan makan menjelang maghrib itu aku mulai tidak tenang. Untung saja setelah melaksanakan sholat aku jauh lebih tenang…..meskipun sesaat aku sempat melihat perwujudan seorang perempuan dengan baju compang camping dan wajah pucat pasi menatap ke arah kami dari sudut lapangan, tepat saat kami diminta berkumpul kembali di lapangan untuk persiapan acara api unggun. Acara api unggun dan inagurasi berlangsung meriah karena diisi dengan berbagai pertunjukan yang dipentaskan oleh masing-masing kelas, bahkan kakak-kakak panitia juga menampilkan beberapa pertunjukan. Selama acara aku seringkali mendengar suara tepuk tangan yang keras tak jauh di belakangku, meskipun setiap kali aku menengok ke belakang tidak pernah terlihat wujudnya. Aku berusaha berpikir positif dan menduga bahwa itu adalah suara tepuk tangan wali murid yang kebetulan datang ke lapangan sekolah untuk menengok anaknya, meskipun itu mustahil karena mereka berada disisi jauh lapangan yang berlawanan denganku, jadi tidak mungkin terdengar dari arah belakangku, sedangkan di arah belakang yang ada hanya tembok pembatas dan tiang gawang sepakbola saja. Sesekali diantara suara tepuk tangan itu terdengar juga suara cekikikan yang panjang dan berulang-ulang. Usai acara api unggun panitia segera meminta kami untuk masuk ke ruang kelas untuk beristirahat, saat itu dibagi 3 ruang kelas untuk siswa perempuan dan 2 ruang kelas untuk siswa laki-laki. Saat kami masuk ke ruangan untuk tidur waktu tepat menunjukkan jam setengah sepuluh malam. Tepat jam setengah satu malam kami dibangunkan dan diminta untuk berkumpul di lapangan lalu diminta untuk segera membentuk barisan sesuai kelompok yang telah ditentukan tadi pagi. Oleh kakak-kakak panitia kami diminta untuk menyusuri kelas-kelas yang telah ditunjuk untuk mengumpulkan huruf-huruf yang harus diserahkan kepada panitia digaris finish. Kebetulan kami berada di regu ke 10, tak lama kamipun harus berangkat dan mulai menyusuri satu demi satu ruang kelas yang dicantumkan dalam catatan yang diberikan pada kami. Saat kami melintasi ruang kelas 1 yang tepat bersebelahan dengan ruang lab IPA yang kami tuju tiba-tiba terdengar suara bangku didorong-dorong, tapi awalnya kupikir itu hanya sura kakak kelas tapi aku baru sadar kalau itu makhuk lain karena semua teman reguku tidak mendengarnya. Saat di ruang Lab IPA kami segera berusaha menemukan hurufnya dan keluar dari sana, saat sampai di pintu aku mendengar suara “kletek” dan ketika aku menoleh kulihat miss kunti sedang duduk sambil mengayun-ayunkan kakinya di atas meja praktikum…….Aku tidak berkata apa-apa pada teman-temanku karena takut mereka mengira aku aneh atau mengada-ada. Malam itu kami harus masuk ke 6 ruang kelas, tapi terasa sangat melelahkan karena tersebar di arah-arah yang berbeda sehingga kami harus melewati banyak lorong depan ruang kelas dan halaman sekolah yang tidak terlalu terang. Saat di ruang kelas yang ke-4 kami harus masuk ke deretan kelas yang ada di ujung belakang berbatasan langsung dengan sumur dan rerimbunan pohon di halaman belakang. Entah kenapa aku ketika masuk tiba-tiba berkata “permisi mbahh…….nyuwun sewu…..” nah tak lama setelah itu tiba-tiba ada suara yang menyahut “yoooo……..segera dicari sana….” (terjemahan dari bahasa jawa). Akupun langsung menengok ke asal suara dan Ya Alloh……ternyata ada sesosok makhluk hitam tinggi besar dengan taring dan mata merah melotot ke arah kami (biasanya disebut gondoruwo oleh orang jawa). Untunglah setelah itu tak ada lagi gangguan yang terjadi hingga kami sampai di garis finish. Begitulah pengalamanku, mohon maaf jika kurang seram.