Selasa, 29 Januari 2013
Hantu Di Ruang Bawah Tanah
Saat aku dan keluargaku pindah ke rumah baru kami sepuluh tahun yang lalu, kami benar-benar tidak pernah tahu tentang sejarah rumah itu. Yang kami ketahui, pemilik sebelumnya adalah seorang penulis yang tinggal seorang diri dan kemudian memutuskan untuk menjual rumah itu dan pindah ke kota lain. Harga rumah itu cukup mahal. Diatas harga rata-rata rumah pada umumnya di masa itu. Tapi orangtuaku langsung jatuh cinta pada 'pandangan pertama' saat melihat rumah itu. Rumah itu bergaya belanda dengan cat putih yang mengkilap dan dua buah jendela besar dilantai tiga. Rumah itu memiliki empat teras untuk duduk bersantai disore hari. Dan satu lagi, rumah itu memiliki ruang bawah tanah yang cukup luas. Pemilik sebelumnya memfungsikan ruang bawah tanah itu sebagai gudang teempat dia menyimpan berbagai macam barang-barang yang sudah tidak dipakainya. Saat ayahku memutuskan untuk membeli rumah itu, si pemilik rumah memutuskan untuk 'mewariskan' barang-barang di gudangnya untuk kami. Begitu kami menempati rumah itu, ruang bawah tanah tersebut langsung disulap oleh ayahku menjadi ruang bermain billiard dan ruang mencuci pakaian. Hampir setiap malam kami berempat menghabiskan waktu di dalam sana untuk bermain billiard. Saudaraku, Billy dan kedua orang tuaku menyukai ruang bawah tanah itu. Mereka menyebutnya sebagai 'ruang sejuk' karena suhu udara didalamnya yang tetap sejuk walaupun di musim panas yang menyengat. Tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh pada ruang bawah tanah itu sejak pertama kali kami pindah. Ruang bawah tanah itu begitu luas sehingga ada beberapa bagiannya yang tidak terpakai sama sekali. Barang-barang bekas pemilik sebelumnya dibiarkan saja oleh ayahku. Tumpukan rak-rak buku tua dan peralatan-peralatan logam tua berserakan dan saling menumpuk disebelah selatan ruang bawah tanah itu. Hanya ruang bermain billiard dan ruang mencuci yang diberi penerangan. Bagian paling dalam dari ruang bawah tanah itu dibiarkan gelap begitu saja. Terkadang saat aku sedang berada di dalam ruang bawah tanah itu, aku sesekali akan menengok kedalam kegelapan ruangan yang tidak terpakai itu dan merinding. Aku merasa seakan-akan ada sesuatu di dalam sana yang sedang mengamati kami. Sesuatu itu menunggu dengan sabar, memata-matai kami. Pikiran itu sering membuatku menjadi takut dan aku hampir tidak pernah mau berada di dalam sana seorang diri. Suatu malam musim panas yang gerah, aku dan adikku Billy memutuskan bahwa kami sudah tidak sanggup lagi menghadapi suhu udara yang membuat kami lemas dan pusing. Aku menantang Billy untuk bermain billiard denganku sementara ibu kami menyiapkan makan malam di dapur. Biasanya ayah kami ikut bermain sambil menunggu makan malam telah siap, tapi hari itu ayahku sedang bertugas diluar kota dan baru akan kembali keesokan harinya. Saat itu waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Aku dan Billy turun kedalam ruang bawah tanah itu dan langsung disambut oleh hawa dingin yang menyejukkan. Memang tidak salah kalau kami menyebutnya ruang sejuk. Kami bermain selama beberapa menit. Aku baru saja memasukkan bola bernomor sembilan ketika tiba-tiba lampu di ruang bawah tanah itu tiba-tiba padam. Billy memekik tertahan. Aku tahu dia takut pada gelap. Sumber cahaya kami hanya berasal dari celah dipintu ruang bawah tanah yang sedikit terbuka diatas tangga.
''Huss, tenang Billy. Aku akan mencari senter diatas. Tunggu disini'' kataku pada adikku.
''Tidak. Jangan tinggalkan aku disini sendirian,Andy!'' rengeknya.
''Dasar kau bayi simpanse cengeng'' kataku. Biasanya dia marah-marah kalau aku mengatainya seperti itu, tapi kali ini dia hanya meremas lenganku dengan keras. Dia benar-benar ketakutan, aku jadi iba melihatnya.
''Ok, tunggu disini. Aku ingat kemaren melihat lilin disekitar sini'' kataku sambil melangkah dengan pelan kedalam kegelapan ruang bawah tanah itu. Billy menempel erat dipunggungku persis seperti seekor bayi simpanse.
Saat itulah kami mendengar suara menyeramkan itu. Langkahku langsung terhenti. Billy mencengkeram lenganku semakin kencang. Dia juga mendengarnya. Kami mendengar bunyi berkeretekan seperti suara napas tertahan dan tersendat-sendat panjang. Kami menyadari bahwa kami tidak sendirian di dalam kegelapan ruang bawah tanah itu.
Aku dan Billy langsung berlari terbirit-birit keatas sambil menjerit-jerit sejadi-jadinya. Kami hampir saja terjatuh saat berlari menaiki tangga menuju lantai atas.
Ibuku yang sedang memasak di dapur langsung tergopoh-gopoh mencari tahu apa yang terjadi begitu mendengar jeritan kami. Aku melihatnya sedang berlari kecil tergesa-gesa kearah kami saat kami berhasil keluar dari ruang bawah tanah itu. Begitu dia berada dalam jangkauan kami, aku dan Billy langsung memeluknya erat-erat masih dengan napas terengah-engah.
''Ada apa??? Apa yang terjadi??? Kenapa kalian menjerit-jerit seperti itu??'' tanya Ibuku dengan heran.
Napas kami masih tersengal-sengal saat kami berebutan untuk menjawab pertanyaan itu.
''Ruang... Bawah... Tanah... Suara... Ada... Sesuatu...'' kataku terputus-putus.
''Takut... Takut...'' pekik adikku sambil terisak-isak. Ibuku lalu membawa kami ke luar rumah lalu mendudukkan kami di kursi teras.
''Apa yang kalian lihat?'' tanya Ibuku sambil memberi kami segelas air minum.
''Gelap... Kami tidak bisa melihat apa-apa. Lampunya tiba-tiba padam. Saat aku mencoba untuk mencari lilin kami mendengar sesuatu di dalam sana'' tukasku, akhirnya napasku berangsur-angsur menjadi normal.
Ibuku mengerutkan kening dengan bingung melihat tubuh kami yang gemetaran dan wajah kami yang pucat dan basah oleh keringat.
''Tunggu disini.'' kata Ibuku. Dia langsung masuk ke dalam rumah.
''Jangan, jangan masuk kedalam sana, Ma!!!'' teriakku sambil menarik tangannya dengan tidak percaya. Ibuku menatapku tanpa berkedip.
''Andy, kalian terlalu sering membaca cerita-cerita seram. Kalian membiarkan imajinasi kalian bermain terlalu jauh. Ibu akan turun ke dalam sana dan memeriksa. Mungkin saja itu tupai atau kucing yang menyelinap masuk ke dalam untuk tidur saat kita tidak melihatnya.'' tukas Ibuku sambil mendelik padaku.
''Tapi...'' kataku namun suaraku terputus. Aku benar-benar yakin kalau suara dibawah itu bukan tupai ataupun kucing. Aku tidak pernah mendengar binatang apapun membuat suara menyeramkan seperti itu.
Ibuku tidak peduli. Dia mengambil sebuah senter diatas lemari pendingin lalu berjalan masuk ke dalam ruang bawah tanah itu. Aku dan Billy yang masih terlalu takut hanya bisa menunggu di depan pintu samping rumah berharap ibu kami tidak apa-apa. Lima menit berlalu dan ibuku belum kembali juga. Aku mulai merasa kuatir.
''Ma???'' panggilku. Aku berjalan sedikit mendekat kearah pintu ruang bawah tanah yang sedikit terbuka. Billy mengikutiku dengan ragu dari belakang. Tidak lama kemudian aku mendengar langkah-langkah cepat menaiki anak tangga dan ibuku muncul dihadapan kami dengan wajah pucat luar biasa. Dia langsung membanting pintu ruang bawah tanah itu dengan keras sampai tertutup lalu menguncinya.
''Ayo... kita harus keluar dari sini'' kata Ibuku. Dia langsung menarik tangan kami berdua dan membawa kami keluar dari rumah dengan tergesa-gesa.
''Ma... Apa yang kau lihat dibawah sana???'' kataku dengan heran sekaligus ngeri melihat ekspresi ketakutan luar biasa di wajah ibuku. Ibuku tidak menjawab. Wajahnya tampak pucat. Kami terus berlari sampai kami tiba dirumah tetangga kami disebelah halaman samping. Ibuku lalu meminjam telepon dan menelepon polisi. Beberapa menit kemudian dua buah mobil patroli datang. Ibuku langsung menyambut mereka. Setelah menyuruh aku dan adikku untuk tinggal sementara dirumah tetangga kami, ibuku lalu menemani polisi-polisi tersebut kembali kerumah kami. Kami menunggu dan menunggu sampai akhirnya kami berdua tertidur karena kelelahan. Keesokan paginya aku terbangun dan dari jendela kamar tidur anak tetangga kami aku bisa melihat orang-orang berjalan keluar masuk ke dalam rumah kami. Aku lalu mandi dan berganti pakaian. Saat itulah aku melihat ayah dan ibuku sedang duduk berdua dengan tetangga kami membicarakan sesuatu. Rupanya kedua orang tuaku memutuskan untuk keluar dan pindah hari itu juga. Orang-orang yang kulihat di halaman rumah kami rupanya adalah orang-orang yang disewa ayahku untuk memindahkan rumah seluruh isi rumah kami ke tempat yang akan kami tinggali untuk sementara waktu. Ibuku menolak untuk memberi tahu kami apa sebenarnya yang dilihatnya di ruang bawah tanah malam itu. Apa sebenarnya yang membuatnya begitu ketakutan sehingga dia memutuskan untuk pindah keesokan harinya setelah ayahku pulang padahal kami baru saja menenempati rumah itu kurang lebih dua bulan lamanya. Ibuku menolak untuk bercerita kepada aku dan adikku selama bertahun-tahun sampai akhirnya kami sudah lupa sama sekali pada peristiwa itu. Suatu malam, delapan tahun setelah peristiwa itu, aku dan ayahku sedang bermain billiard dirumah kami yang baru ketika tiba-tiba ku teringat peristiwa malam itu di ruang bawah tanah. Aku langsung bertanya kepada ayahku apa sebenarnya yang dilihat ibuku pada malam itu. Apa yang membuatnya begitu sangat ketakutan. Ayahku lalu bercerita, menurut ibuku setelah dia mendengar kami menjerit ketakutan karena mendengar sesuatu di dalam sana. Ibuku langsung turun untuk memeriksanya. Awalnya dia tidak melihat atau mendengar apapun. Ibuku mencari sakelar lampu dan memencetnya berulang-ulang tapi lampunya tidak menyala juga. Ibuku mulai mengarahkan senternya keseluruh ruangan saat dia mendengar suara itu. Suara berkeretekan seperti napas orang menjelang ajal yang juga di dengar olehku dan adikku. Ibuku lalu berjalan masuk ke bagian tidak terpakai diruang bawah tanah itu untuk mengusir, menurut ibuku, rakun yang mungkin sudah bersarang di dalam sana. Saat ibuku semakin masuk ke dalam, dia mencium bau busuk menyengat yang membuatnya berjengit dan sesak napas. Menurut ayahku, ibuku masih ingat bagaimana bau itu membuat kepalanya pusing dan gelisah. Di saat itulah ibuku melihat sesuatu bergerak di sudut ruang bawah tanah yang gelap, saat dia mengarahkan senternya untuk melihat lebih jelas, dia melihat sesuatu yang mengerikan yang masih membuatnya takut sampai sekarang kalau mengingatnya. Disana, disudut ruang bawah tanah yang sempit, gelap dan kotor itu, ibuku melihat seorang pria dengan pakaian compang camping merangkak dilantai pada kedua tangan dan kakinya seperti seekor hewan melata. Tubuh pria itu penuh luka yang tampak mengerikan dimana-mana. Dan kemudian pria itu mengangkat kepalanya dan menatap wajah ibuku. Ibuku tidak akan pernah lupa pada tatapan pria menyeramkan itu. Menurut ibuku wajah pria itu tidak simetris seakan-akan sesuatu yang keras telah menghantamnya dari segala sisi. Salah satu pipinya menjorok masuk ke dalam rongga kepalanya. Dagunya tampak panjang dan runcing. Namun yang paling menyeramkan dari pria itu adalah tatapan matanya. Matanya tampak putih tanpa warna hitam sama sekali. Pria itu menatap ibuku selama beberapa saat dengan mulut menganga. Ibuku terlalu terkejut dan takut dia hanya bisa menatap. Saat pria itu merangkak dengan gerakan menyeramkan mendekati ibuku, saat itulah ibuku langsung berlari secepat kilat ke lantai atas dan membawa kami keluar dari rumah itu. Saat polisi datang dan menggeledah rumah itu, mereka tidak menemukan apapun. Tapi ibuku sudah terlanjur takut dan dia memutuskan untuk segera keluar dari situ keesokan harinya. Ayahku lalu mencari tahu mengenai sejarah rumah itu beberapa saat setelah kami menempati rumah kami yang baru. Menurut ayahku, seratus tahun yang lalu saat rumah itu baru dibangun, sebuah keluarga bangsawan belanda langsung menempati rumah itu dengan seorang anak gadis mereka. Saat itu perbudakan masih merupakan hal yang wajar di kota itu dan keluarga tersebut memiliki beberapa budak kulit hitam untuk melayani mereka. Salah satu budak mereka adalah seorang pemuda bernama Mato. Mato jatuh cinta pada gadis yang tidak lain adalah anak majikannya sendiri. Sampai suatu hari gadis itu hamil. Merasa sangat dipermalukan, ayah si gadis menyekap Mato di dalam ruang bawah tanah itu lalu mematahkan kedua tangan dan kakinya sampai akhirnya pukulan yang bertubi-tubi membuat nyawa Mato melayang. Hal ini menjelaskan cara jalan hantu Mato yang aneh, merangkak seperti seekor hewan dilantai, dan luka disekujur tubuhnya saat ibuku melihatnya malam itu. Sepuluh tahun sudah berlalu sejak peristiwa diruang bawah tanah itu dan ibuku kadang-kadang masih bermimpi buruk tentang hantu Mato yang dilihatnya malam itu.
Senin, 28 Januari 2013
Cerita Riqi Bertemu Mahluk Astral
Stelah q amati dgn serius q lihat sesosok mahluk menyeramkan yg tadinya cuman bayangan hitam itu mnurut penglihatanq bentukkepalanya itu persis ama kepala kerbau tapi bertubuh manusia & aq pun tak heran kalo mas agung bilg sosok ini yg paling berkuasa karna q lihat ada mahkota di tengah-tengah tanduknya aq gak tau persis sperti apa wajahnya soalnya tampak samar karna aq lihatnya cuman dari kamera sosok itu juga memegang tongkat & kalo gak salah kelihatnnya dia kyk duduk di singgasana layaknya seorang raja..
Skitar 2-3 menit aq melihat sosok itu & mas agung tiba-tiba bertanya padaq ..
Mas agung : gimana qi udah jelaskan ..
Aq : iy,,, iya mas jelas kalo yg kyk gini ini namanya apa mas ??
Mas agung : gak tau qi,,, kalo kamu pengen tau kamu kenalan aja sana .."Jawab mas agung"
Aq : ngawur sampeyan mas "sahutq"
Mas agungpun menjelaskan sosok apa itu & dia bilg kalo sosok itu ada JIN ...
Stelah itu mas agung melepas tangannya yg tadi memegang bagian belakang kepalaq & segera menutup kamera ..
Selanjutnya mas agung mengajak kami pergi ke halaman sekolah saat tiba di lokasi halaman aq agak tenang soalnya di situ sdikit terang karna ada bolam warna kuning di tengah-tengah halaman tersebut apalagi di tambah terangnya bulan mlm itu cuman yg q lihat ada 2 pohon beringin di lokasi itu yg 1 besar & yg 1 agak kecil sehingga membuat lokasi itu tampak seram..
Mas agung mengajak kami mendekati ke 2 pohon itu sambil berkata ''
Mas agung : ini lokasi terakhir dari penelusuran kita mlm ini & kalian tau kenapa mas memilih lokasi ini karna menurut mas di sini yg pling besar kekuatan mistisnya ..
Ingat selama kalian di lokasi ini jgn sampai pikiran kalian kosong ttp lah konsentrasi..
Kalian Mengerti ??!!!
"Setelah itu dia mulai meyalakan kamera "
Aq,hanafi,serta anam ttp diem & tak menjawab omongan mas agung karna kami br 3 terfokus pada keseraman lokasi tersebut saat itu ..
& tiba-tiba anam yg tadinya selalu nempel ama hanafi sambil megangin pundaknya tiba-tiba deketin aq..
aq pun heran hingga aq bertanya ''''
Aq : nam u kenapa ko' deket-deket aq...
"Diapun langsung menjawab dengan nada kyk org gugup"
Anam : eh,,, qi kamu liat gak apa yg ada di pohon itu ..
Aq : pohon yg mana ?_? "sahutq"
Anam : itu qi,, di pohon yg agak kecil !!
Aq : di mana nam ,, Ahh "
Anam : itu diatas
Karna aq bner-bner gak ngeliatnya akhirnya aq nyuruh mas agung buat arahin kamera ke pohon yg di maksud anam ..
& apa yg trjadi ??
Q lihat di layar kamera di antara rerimbun pohon beringin itu ada wajah gadis kecil yg saat itu dia juga menghadap ke arah kamera & q lihat mas agung tanpa ragu mendekati pohon tersebut aq pun membuntutinya dari blakang sedangkan hanafi & anam tak mau ikut mendekat & ttp diam di belakang ..
skitar 4 atau 5 langkah aq & mas agung mendekatinya secara seketika sosok gadis kecil itu menghilang ..
Karna kaget aq tanya mas agung '''
Aq : mas,,mas,,, setan itu hilang mas !!
Mas agung : iya,iya qi,, mas tau mas juga liat " jawabnya kyk org kesel karna aq kbanyakan ngomong "
Tpi waktu itu aq merinding & tak sengaja aq ngomong lagi ''
Aq : kemana dia mas ?_?
Mas agung : ya gak tau qi,,-_-" udah kamu ttp konsen aja ini mas juga lagi usaha nyari dia 0_0
Aq bner-bner salut ama mas agung sebelumnya q gak prnah nyangka kalo dia ternyata org yg ber ilmu & berpengalaman tentanh hal gai'ib soalnya kalo di prhatikan dia orgnya pendiam ...
Tak lama kemudian sekitar kurang dari 1 menit mas agung berusaha nyari tu sosok gadis kecil tiba-tiba saja dari belakang q dengar suara teriakan yg amat keras ..
Aq kaget minta ampun hingga aq sempet lari ketakutan tpi sebelum q lari terlalu jauh mas agung memanggilq ..
Mas agung : qii, kamu mau kemana jgn lari,,, sini bantuin anam qiii ,,
" dia ngomong gitu sambil berteriak "
Akhirnya aq mutusin balik lagi menghampiri mas agung,anam & juga hanafi ..
Setelah sampe' ke mreka gak taunya aq malah di marahin sama mas agung '''
Mas agung : kamu mau kemana ??? Temen lgi gawat malah lari " pengecut kamu qii !!
"Dengan keada'an gugup serta jantung yg masih lumayan deg'-deg'an aq menjawab "
Aq : iyy,,iya mas maaf T_T aq tadi cuman kaget !!
"aq merasa bersalah waktu itu karna q udah lari ninggalin kelompokq"
Mas agung : y udah cepet ini bantuin anam "
"Saat itu q lihat anam terkapar di tanah dengan kepala yg di pangku oleh hanafi"
Aq : lohh ,, anam kenapa mas ?_?
Mas agung : pingsan,, gak liat apa mata kamu !!
" Dia bilang gitu dengan nada yg keras"
Aq : iya mas,, maaf "kataq sambil meraih tangan anam yg terkapar T_T"
Tak lama setelah skitar 15 menit anam pingsan tiba-tiba saja dia berontak & berteriak-teriak gak karuan ..
Serontak kami kaget & mas agung pun langsung menyuruh aq & hanafi menahan tangan anam yg saat itu mencoba berontak ..
Dengan sigap aq & hanafi melakukan apa yg di suruh mas agung sdangkan mas agung sendiri memegang ke 2 kaki anam tak lama kemudian mas agung menahan kaki kanan anam dengan kakinya sedangkan q perhatikan ke 2 tangannya menahan kaki yg kiri sambil menekan ujung jempol kaki anam ..
Aq bingung dgn apa yg dilakukan mas agung..
dalam situasi kyk gini ko' malah main-mainin kaki anam "
Dgn nada sedikit membentak aq bertanya ke mas agung "
Aq : mas,, mas agung ini ngapain & anam ini knapa ko' malah kyk gini "
Mas agung : udah qi, gak usah nanya terus..
Anam ini KESURUPAN "
Stelah mendengar itu aq kaget & tak sengaja aq melapaskan tangan anam & sempat anam mencakarq "hufft' cakaran itu sakit banget + perih stelah aq pegang & menahannya kembali ..
tangan anam dingin pantas saja mas agung bilg kalo anam ini kesurupan perasa'anq bner-bner gak karuan waktu itu ..
Rasa cape'k,takut.& perih akibat cakaran itu membuatq ingin segera prgi dari tempat ini !!!
Skitar 2 menit kami menahan anam yg kesurupan dia kembali berontak & berteriak namun kali ini dengan tenaga yg lebih kuat dari sbelumnya ..
akhirnya mas agung menyuruh aq & hanafi untuk berusaha membuka genggaman tangan anam yg saat itu tangannya memang dalam posisi menggenggam aq & hanafi berusaha membuka gengaman itu sekuat tenaga sampai-sampai kami berdua bergulung-gulung di tanah kyk lgi berantem ama tangan anam ..
Akhirnya usaha itu tak sia-sia aq & hanafi berhasil membuka genggaman tangan anam anam & stelah kami berhasil tiba-tiba saja anam yg tadinya berontak & teriak-teriak kini kliahatn lemas kyk org pingsan stelah itu mas agung yg tadinya menahan kaki anam bilang kalo dia mau pergi meminta bantuan pada kaka'k pembina yg lain..
Sbelum prgi mas agung berpesan "apapun yg terjadi jgn tinggalin anam & jaga tangan anam jgn sampai menggenggam" aq & hanafi hanya bisa berkata iya meskipun sbenernya kami takut di tinggal mas agung dgn ke'ada'an anam yg masih pingsan ini ..
Akhirnya mas agung prgi ninggalin kami buat minta bantuan tak lama kemudia stelah mas agung prgi hanafi berkata''
Hanafi : ehh,qii itu apa'an !!!
Aq : itu apa'an gimana naff, 0_0 sahutq"
Hnafi : ituu,,yg di bawah pohon beringin "
Aq : yg mana ?_? Tanyaq"
Hanafi : huh,, yg besar qii "
Aq pun langsung mengalihkan pandanganq ke pohon besar yg di maksud hanafi
tak kurang dari 3 dtik dgn samar-samar q lihat sesosok org yg tak memakai baju berdiri di bawah pohon beringin besar itu dia hanya mengenakan celana pendenk selutut belum lama aq memandanginya q lihat dia makin dekat & semakin dekat menghampiri kami stelah kira-kira di hanya berjarak gak sampai 2 langkah dari kami dia berhenti sungguh mengerikan stelah aq melihatnya dari jarak yg cukup dekat itu q lihat luka-luka akibat goresan benda tajam di dekujur tubuhnya aq tak bisa apa-apa selain memandanginya karna q masih ingat apa yg di pesankan mas agung..
& yg paling mengerikan yaitu saat q lihat luka di lehernya yg nyaris putus sehingga membuat kepalanya menggandul di bagian depan di atas dadanya sungguh tak terbayang sberapa derajat ketakutan q waktu itu ..
Aq segera memeluk anam yg terbaring di tanah membelakangi sosok mengerikan itu karna aq takut sosok mengerikan yg q lihat itu melakukan sesuatu pada anam..
hanafi pun jg demikian dia memangku serta memegangi kepala anam karna dia pikir sosok mengerikan itu mau mengambil kepala anam ..
Stelah skitar kurang dari 15 menit mas agung pun datang membawa obor bersama kaka'k pembina yg lain menghampiri kami ..
Aq merasa lega dgn kedatangan mas agung & aq memberanikan diri menoleh ke belakang tpi sosok mengerikan yg q lihat kini sudah tidak ada lgi ..
Kami segera bergegas membopong anam yg masih pingsan ..
Sambil keluar dari tempat itu aq bilang ke mas agung kalo tadi ada sosok mengerikan yg datang menghampiri kami ..
Mas agung cuman senyum-senyum ..
Aq pun bingung & bertanya'''
Aq : ko' malah senyum-senyum mas ?_?
"Mas agung pun ngomong juga sambil senyum-senyum bahkan sampai ketawa"
Mas agung : hahaa,,, riqiii,,riqiii .. kamu gak pake' cerita mas juga udah tau soalnya sbelum mas pergi minta bantuan mas juga udah liat duluan. ..
Hahahaha ..
Mas agung juga bilang kalo sosok itu tadi adalah korban akibat kejadian CAROK di tengah halaman sekolah SD itu ...
Aq pun ingat kalo emang di situ prnah ada kejadian carok sekitar tahun 2003 karna pas kejadian aq ada di sana berada di antara kerumunan org-org yg menyaksikan kejadian itu ..
Tak ada org yg berani menghalang terjadinya carok itu karna org-org pada takut apalagi aq yg waktu itu masih masuk dalam kategori BOCAH ..
Tpi Sbelumnya aq kesel dengan kelakuan mas agung ini namun stelah di pikir-pikir yaa gpp lah soalnya mas agung bilang ini bisa jadi pelajaran untuk menguji keimanan kita terhadap ALLAH SWT. ..
"Setelah kami keluar dari lokasi mas agung bilang"
Mas agung : ternyata,, kelompok pertama yg terdiri dari anak-anak yg di kenal nakal serta bandel orangnya pada penakut
Hahahaha
"Aq & hanafi ikut tertawa mendengar hal itu karna kami emang bner-bner takut kalo soal yg kyk gituan hehe ..
Skitar 2-3 menit aq melihat sosok itu & mas agung tiba-tiba bertanya padaq ..
Mas agung : gimana qi udah jelaskan ..
Aq : iy,,, iya mas jelas kalo yg kyk gini ini namanya apa mas ??
Mas agung : gak tau qi,,, kalo kamu pengen tau kamu kenalan aja sana .."Jawab mas agung"
Aq : ngawur sampeyan mas "sahutq"
Mas agungpun menjelaskan sosok apa itu & dia bilg kalo sosok itu ada JIN ...
Stelah itu mas agung melepas tangannya yg tadi memegang bagian belakang kepalaq & segera menutup kamera ..
Selanjutnya mas agung mengajak kami pergi ke halaman sekolah saat tiba di lokasi halaman aq agak tenang soalnya di situ sdikit terang karna ada bolam warna kuning di tengah-tengah halaman tersebut apalagi di tambah terangnya bulan mlm itu cuman yg q lihat ada 2 pohon beringin di lokasi itu yg 1 besar & yg 1 agak kecil sehingga membuat lokasi itu tampak seram..
Mas agung mengajak kami mendekati ke 2 pohon itu sambil berkata ''
Mas agung : ini lokasi terakhir dari penelusuran kita mlm ini & kalian tau kenapa mas memilih lokasi ini karna menurut mas di sini yg pling besar kekuatan mistisnya ..
Ingat selama kalian di lokasi ini jgn sampai pikiran kalian kosong ttp lah konsentrasi..
Kalian Mengerti ??!!!
"Setelah itu dia mulai meyalakan kamera "
Aq,hanafi,serta anam ttp diem & tak menjawab omongan mas agung karna kami br 3 terfokus pada keseraman lokasi tersebut saat itu ..
& tiba-tiba anam yg tadinya selalu nempel ama hanafi sambil megangin pundaknya tiba-tiba deketin aq..
aq pun heran hingga aq bertanya ''''
Aq : nam u kenapa ko' deket-deket aq...
"Diapun langsung menjawab dengan nada kyk org gugup"
Anam : eh,,, qi kamu liat gak apa yg ada di pohon itu ..
Aq : pohon yg mana ?_? "sahutq"
Anam : itu qi,, di pohon yg agak kecil !!
Aq : di mana nam ,, Ahh "
Anam : itu diatas
Karna aq bner-bner gak ngeliatnya akhirnya aq nyuruh mas agung buat arahin kamera ke pohon yg di maksud anam ..
& apa yg trjadi ??
Q lihat di layar kamera di antara rerimbun pohon beringin itu ada wajah gadis kecil yg saat itu dia juga menghadap ke arah kamera & q lihat mas agung tanpa ragu mendekati pohon tersebut aq pun membuntutinya dari blakang sedangkan hanafi & anam tak mau ikut mendekat & ttp diam di belakang ..
skitar 4 atau 5 langkah aq & mas agung mendekatinya secara seketika sosok gadis kecil itu menghilang ..
Karna kaget aq tanya mas agung '''
Aq : mas,,mas,,, setan itu hilang mas !!
Mas agung : iya,iya qi,, mas tau mas juga liat " jawabnya kyk org kesel karna aq kbanyakan ngomong "
Tpi waktu itu aq merinding & tak sengaja aq ngomong lagi ''
Aq : kemana dia mas ?_?
Mas agung : ya gak tau qi,,-_-" udah kamu ttp konsen aja ini mas juga lagi usaha nyari dia 0_0
Aq bner-bner salut ama mas agung sebelumnya q gak prnah nyangka kalo dia ternyata org yg ber ilmu & berpengalaman tentanh hal gai'ib soalnya kalo di prhatikan dia orgnya pendiam ...
Tak lama kemudian sekitar kurang dari 1 menit mas agung berusaha nyari tu sosok gadis kecil tiba-tiba saja dari belakang q dengar suara teriakan yg amat keras ..
Aq kaget minta ampun hingga aq sempet lari ketakutan tpi sebelum q lari terlalu jauh mas agung memanggilq ..
Mas agung : qii, kamu mau kemana jgn lari,,, sini bantuin anam qiii ,,
" dia ngomong gitu sambil berteriak "
Akhirnya aq mutusin balik lagi menghampiri mas agung,anam & juga hanafi ..
Setelah sampe' ke mreka gak taunya aq malah di marahin sama mas agung '''
Mas agung : kamu mau kemana ??? Temen lgi gawat malah lari " pengecut kamu qii !!
"Dengan keada'an gugup serta jantung yg masih lumayan deg'-deg'an aq menjawab "
Aq : iyy,,iya mas maaf T_T aq tadi cuman kaget !!
"aq merasa bersalah waktu itu karna q udah lari ninggalin kelompokq"
Mas agung : y udah cepet ini bantuin anam "
"Saat itu q lihat anam terkapar di tanah dengan kepala yg di pangku oleh hanafi"
Aq : lohh ,, anam kenapa mas ?_?
Mas agung : pingsan,, gak liat apa mata kamu !!
" Dia bilang gitu dengan nada yg keras"
Aq : iya mas,, maaf "kataq sambil meraih tangan anam yg terkapar T_T"
Tak lama setelah skitar 15 menit anam pingsan tiba-tiba saja dia berontak & berteriak-teriak gak karuan ..
Serontak kami kaget & mas agung pun langsung menyuruh aq & hanafi menahan tangan anam yg saat itu mencoba berontak ..
Dengan sigap aq & hanafi melakukan apa yg di suruh mas agung sdangkan mas agung sendiri memegang ke 2 kaki anam tak lama kemudian mas agung menahan kaki kanan anam dengan kakinya sedangkan q perhatikan ke 2 tangannya menahan kaki yg kiri sambil menekan ujung jempol kaki anam ..
Aq bingung dgn apa yg dilakukan mas agung..
dalam situasi kyk gini ko' malah main-mainin kaki anam "
Dgn nada sedikit membentak aq bertanya ke mas agung "
Aq : mas,, mas agung ini ngapain & anam ini knapa ko' malah kyk gini "
Mas agung : udah qi, gak usah nanya terus..
Anam ini KESURUPAN "
Stelah mendengar itu aq kaget & tak sengaja aq melapaskan tangan anam & sempat anam mencakarq "hufft' cakaran itu sakit banget + perih stelah aq pegang & menahannya kembali ..
tangan anam dingin pantas saja mas agung bilg kalo anam ini kesurupan perasa'anq bner-bner gak karuan waktu itu ..
Rasa cape'k,takut.& perih akibat cakaran itu membuatq ingin segera prgi dari tempat ini !!!
Skitar 2 menit kami menahan anam yg kesurupan dia kembali berontak & berteriak namun kali ini dengan tenaga yg lebih kuat dari sbelumnya ..
akhirnya mas agung menyuruh aq & hanafi untuk berusaha membuka genggaman tangan anam yg saat itu tangannya memang dalam posisi menggenggam aq & hanafi berusaha membuka gengaman itu sekuat tenaga sampai-sampai kami berdua bergulung-gulung di tanah kyk lgi berantem ama tangan anam ..
Akhirnya usaha itu tak sia-sia aq & hanafi berhasil membuka genggaman tangan anam anam & stelah kami berhasil tiba-tiba saja anam yg tadinya berontak & teriak-teriak kini kliahatn lemas kyk org pingsan stelah itu mas agung yg tadinya menahan kaki anam bilang kalo dia mau pergi meminta bantuan pada kaka'k pembina yg lain..
Sbelum prgi mas agung berpesan "apapun yg terjadi jgn tinggalin anam & jaga tangan anam jgn sampai menggenggam" aq & hanafi hanya bisa berkata iya meskipun sbenernya kami takut di tinggal mas agung dgn ke'ada'an anam yg masih pingsan ini ..
Akhirnya mas agung prgi ninggalin kami buat minta bantuan tak lama kemudia stelah mas agung prgi hanafi berkata''
Hanafi : ehh,qii itu apa'an !!!
Aq : itu apa'an gimana naff, 0_0 sahutq"
Hnafi : ituu,,yg di bawah pohon beringin "
Aq : yg mana ?_? Tanyaq"
Hanafi : huh,, yg besar qii "
Aq pun langsung mengalihkan pandanganq ke pohon besar yg di maksud hanafi
tak kurang dari 3 dtik dgn samar-samar q lihat sesosok org yg tak memakai baju berdiri di bawah pohon beringin besar itu dia hanya mengenakan celana pendenk selutut belum lama aq memandanginya q lihat dia makin dekat & semakin dekat menghampiri kami stelah kira-kira di hanya berjarak gak sampai 2 langkah dari kami dia berhenti sungguh mengerikan stelah aq melihatnya dari jarak yg cukup dekat itu q lihat luka-luka akibat goresan benda tajam di dekujur tubuhnya aq tak bisa apa-apa selain memandanginya karna q masih ingat apa yg di pesankan mas agung..
& yg paling mengerikan yaitu saat q lihat luka di lehernya yg nyaris putus sehingga membuat kepalanya menggandul di bagian depan di atas dadanya sungguh tak terbayang sberapa derajat ketakutan q waktu itu ..
Aq segera memeluk anam yg terbaring di tanah membelakangi sosok mengerikan itu karna aq takut sosok mengerikan yg q lihat itu melakukan sesuatu pada anam..
hanafi pun jg demikian dia memangku serta memegangi kepala anam karna dia pikir sosok mengerikan itu mau mengambil kepala anam ..
Stelah skitar kurang dari 15 menit mas agung pun datang membawa obor bersama kaka'k pembina yg lain menghampiri kami ..
Aq merasa lega dgn kedatangan mas agung & aq memberanikan diri menoleh ke belakang tpi sosok mengerikan yg q lihat kini sudah tidak ada lgi ..
Kami segera bergegas membopong anam yg masih pingsan ..
Sambil keluar dari tempat itu aq bilang ke mas agung kalo tadi ada sosok mengerikan yg datang menghampiri kami ..
Mas agung cuman senyum-senyum ..
Aq pun bingung & bertanya'''
Aq : ko' malah senyum-senyum mas ?_?
"Mas agung pun ngomong juga sambil senyum-senyum bahkan sampai ketawa"
Mas agung : hahaa,,, riqiii,,riqiii .. kamu gak pake' cerita mas juga udah tau soalnya sbelum mas pergi minta bantuan mas juga udah liat duluan. ..
Hahahaha ..
Mas agung juga bilang kalo sosok itu tadi adalah korban akibat kejadian CAROK di tengah halaman sekolah SD itu ...
Aq pun ingat kalo emang di situ prnah ada kejadian carok sekitar tahun 2003 karna pas kejadian aq ada di sana berada di antara kerumunan org-org yg menyaksikan kejadian itu ..
Tak ada org yg berani menghalang terjadinya carok itu karna org-org pada takut apalagi aq yg waktu itu masih masuk dalam kategori BOCAH ..
Tpi Sbelumnya aq kesel dengan kelakuan mas agung ini namun stelah di pikir-pikir yaa gpp lah soalnya mas agung bilang ini bisa jadi pelajaran untuk menguji keimanan kita terhadap ALLAH SWT. ..
"Setelah kami keluar dari lokasi mas agung bilang"
Mas agung : ternyata,, kelompok pertama yg terdiri dari anak-anak yg di kenal nakal serta bandel orangnya pada penakut
Hahahaha
"Aq & hanafi ikut tertawa mendengar hal itu karna kami emang bner-bner takut kalo soal yg kyk gituan hehe ..
Langganan:
Postingan (Atom)