Minggu, 03 Maret 2013

Pengalaman BudiCreed

Postman: BudiCreed
LIKE SEBELUM BACA

Hai….salam kenal……ini pertama kali aku menulis disini jadi jika ada yang masih kurang berkenan mohon dimaklumi ya…….

Kisah ini bermula saat aku menjadi siswa baru di sebuah SMU di sebuah kota kecil di selatan jawa timur. Saat itu masih umum diadakan MOS (Masa Orientasi Siswa) setiap penerimaan siswa baru di awal tahun ajaran. Hari terakhir MOS jatuh pada hari Sabtu, akan diadakan kegiatan PERSAMI. Pagi itu semua siswa baru dan juga para pembina dan panitia sudah siap di sekolah. Untuk acara pagi sampai siang akan diisi dengan kegiatan di kelas, Untuk kegiatan siang sampai sore diisi dengan kegiatan kepramukaan dan juga kegiatan baris-berbaris, sedangkan sore sampai malam akan ada kegiatan malam inagurasi dan api unggun. Saat berlangsung kegiatan dari pagi sampai siang hari tidak ada masalah yang berarti yang menggangguku (aku kebetulan memiliki bakat untuk melihat makhluk yang tak semua orang bisa melihatnya, kata orangtuaku sih itu bakat yang sudah turun-temurun dalam keluarga). Tapi saat menjelang magrib suasananya mulai berubah (menurutku sendiri……karena aku mulai melihat kelebatan bayangan-bayangan…). Aku mulai lebih berhati-hati karena khawatir mereka mengganggu. Ketika acara istirahat sholat dan makan menjelang maghrib itu aku mulai tidak tenang. Untung saja setelah melaksanakan sholat aku jauh lebih tenang…..meskipun sesaat aku sempat melihat perwujudan seorang perempuan dengan baju compang camping dan wajah pucat pasi menatap ke arah kami dari sudut lapangan, tepat saat kami diminta berkumpul kembali di lapangan untuk persiapan acara api unggun. Acara api unggun dan inagurasi berlangsung meriah karena diisi dengan berbagai pertunjukan yang dipentaskan oleh masing-masing kelas, bahkan kakak-kakak panitia juga menampilkan beberapa pertunjukan. Selama acara aku seringkali mendengar suara tepuk tangan yang keras tak jauh di belakangku, meskipun setiap kali aku menengok ke belakang tidak pernah terlihat wujudnya. Aku berusaha berpikir positif dan menduga bahwa itu adalah suara tepuk tangan wali murid yang kebetulan datang ke lapangan sekolah untuk menengok anaknya, meskipun itu mustahil karena mereka berada disisi jauh lapangan yang berlawanan denganku, jadi tidak mungkin terdengar dari arah belakangku, sedangkan di arah belakang yang ada hanya tembok pembatas dan tiang gawang sepakbola saja. Sesekali diantara suara tepuk tangan itu terdengar juga suara cekikikan yang panjang dan berulang-ulang. Usai acara api unggun panitia segera meminta kami untuk masuk ke ruang kelas untuk beristirahat, saat itu dibagi 3 ruang kelas untuk siswa perempuan dan 2 ruang kelas untuk siswa laki-laki. Saat kami masuk ke ruangan untuk tidur waktu tepat menunjukkan jam setengah sepuluh malam. Tepat jam setengah satu malam kami dibangunkan dan diminta untuk berkumpul di lapangan lalu diminta untuk segera membentuk barisan sesuai kelompok yang telah ditentukan tadi pagi. Oleh kakak-kakak panitia kami diminta untuk menyusuri kelas-kelas yang telah ditunjuk untuk mengumpulkan huruf-huruf yang harus diserahkan kepada panitia digaris finish. Kebetulan kami berada di regu ke 10, tak lama kamipun harus berangkat dan mulai menyusuri satu demi satu ruang kelas yang dicantumkan dalam catatan yang diberikan pada kami. Saat kami melintasi ruang kelas 1 yang tepat bersebelahan dengan ruang lab IPA yang kami tuju tiba-tiba terdengar suara bangku didorong-dorong, tapi awalnya kupikir itu hanya sura kakak kelas tapi aku baru sadar kalau itu makhuk lain karena semua teman reguku tidak mendengarnya. Saat di ruang Lab IPA kami segera berusaha menemukan hurufnya dan keluar dari sana, saat sampai di pintu aku mendengar suara “kletek” dan ketika aku menoleh kulihat miss kunti sedang duduk sambil mengayun-ayunkan kakinya di atas meja praktikum…….Aku tidak berkata apa-apa pada teman-temanku karena takut mereka mengira aku aneh atau mengada-ada. Malam itu kami harus masuk ke 6 ruang kelas, tapi terasa sangat melelahkan karena tersebar di arah-arah yang berbeda sehingga kami harus melewati banyak lorong depan ruang kelas dan halaman sekolah yang tidak terlalu terang. Saat di ruang kelas yang ke-4 kami harus masuk ke deretan kelas yang ada di ujung belakang berbatasan langsung dengan sumur dan rerimbunan pohon di halaman belakang. Entah kenapa aku ketika masuk tiba-tiba berkata “permisi mbahh…….nyuwun sewu…..” nah tak lama setelah itu tiba-tiba ada suara yang menyahut “yoooo……..segera dicari sana….” (terjemahan dari bahasa jawa). Akupun langsung menengok ke asal suara dan Ya Alloh……ternyata ada sesosok makhluk hitam tinggi besar dengan taring dan mata merah melotot ke arah kami (biasanya disebut gondoruwo oleh orang jawa). Untunglah setelah itu tak ada lagi gangguan yang terjadi hingga kami sampai di garis finish. Begitulah pengalamanku, mohon maaf jika kurang seram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar